QUALITY ANALYSIS AND FORMALIN IDENTIFICATION OF SALTED FISH AT THE PASAR PAGI PEMALANG, CENTRAL JAVA
DOI:
https://doi.org/10.15578/aj.v7i2.15045Keywords:
Formalin, salted fish, quality, Pemalang.Abstract
Salted fish is one of the popular fish processing products in Indonesia. Even popular, currently, many salted fish containing formalin are found on the market. Consumption of salted fish with formalin poses serious health risks to humans. This study aimed to analyze the quality of salted fish and identify the presence of formalin in salted fish sold at the Pemalang Morning Market, Central Java. A total of 12 types of salted fish were identified at the Pemalang Morning Market, comprising 21 individual samples. These samples were tested for quality parameters including moisture content, salt content, ash content, total bacterial contamination, and Escherichia coli contamination. In addition, qualitative tests were conducted to detect the presence of formalin. If formalin was detected, quantitative analysis was subsequently performed. The test results showed that the moisture content of the samples ranged from 22.92% to 38.19% (SNI maximum limit: 40%), the salt content ranged from 12.59% to 13.94% (SNI standard: 12–20%), and the ash content ranged from 0.22% to 0.29% (SNI maximum limit: 0.3%). Total bacterial contamination and E. coli levels also complied with the SNI standards, with limits of 5×10âµÂ colonies/gram and <3 MPN/gram, respectively. Formalin identification results revealed that one out of the 21 salted fish samples contained formalin, with a measured concentration of 15.35 ppm. Based on these findings, it can be concluded that the quality of salted fish sold at the Pemalang Morning Market, Central Java, generally complies with the SNI standards. However, one sample was confirmed to contain formalin.References
Aristyan, I., Ibrahim, R., & Rianingsih, L. (2014). Pengaruh Perbedaan Kadar Garam Terhadap Mutu Organoleptik dan Mikrobiologi Terasi Rebon (Acetes sp.). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(2), 1–7. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpbhp/article/view/5018
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2008). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 7 Tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan. Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/183201/peraturan-bpom-no-7-tahun-2018
Badan Standardisasi Nasional. (1991). SNI 01-2359:1991 tentang Produk Perikanan Penentuan Kadar Garam. https://sni.bsn.go.id/
Badan Standardisasi Nasional. (2015a). SNI 2354.2:2015 tentang Cara Uji Kimia - Bagian 2: Pengujian Kadar Air pada Produk Perikanan. https://sni.bsn.go.id/
Badan Standardisasi Nasional. (2015b). SNI 2332.3:2015 Angka Lempeng Total (ALT) Produk Perikanan. In BSN (p. 11). https://sni.bsn.go.id/
Badan Standardisasi Nasional. (2015c). SNI 2332.1:2015 Cara Uji Mikrobiologi - Bagian 1: Penentuan coliform dan Escherichia coli pada Produk Perikanan. In Biotechnologia Aplicada (Vol. 23, Issue 3, pp. 1–23). https://sni.bsn.go.id/
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 8273:2016 tentang Ikan Asin Kering. https://sni.bsn.go.id/
Badan Standarisasi Nasional. (2010). SNI 2354.1:2010 tentang Cara Uji Kimia - Bagian 1: Penentuan Kadara Abu dan Abu Tak Larut dalam Asam pada Produk Perikanan. https://sni.bsn.go.id/
Balai Besar Riset Pasca Panen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2B). (2012). Prosedur Penggunaan Tes Kit Antilin, Jakarta.
Berliana, A., Abidin, J., Salsabila, N., Maulidia, N. S., Adiyaksa, R., & Siahaan, V. F. (2021). Penggunaan Bahan Tambahan Makanan Berbahaya Boraks dan Formalin dalam Makanan Jajanan. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(2), 1–8. https://doi.org/10.36086/salink.v1i2.952
Dewi, S. R. (2019). Identifikasi Formalin pada Makanan Menggunakan Ekstra Kulit Buah Naga. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan, 2, 1–7. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jnik/article/view/6615
Farida, & Roosita, K. (2018). Marine Fish Consumption Habits, Consumption Level, Nutritional Status, and Learning Achievement of Elementary School Children in Coastal and Non Coastal Areas. J. Gipas, 2, 1–15. https://junic.professorline.com/index.php/journal/index
Fauzia, H. s, Fakih, K. M., & Aminah, S. (2021). Analisis Kandungan Formalin Pada Ikan Asin di Pasar Tradisional Sukabumi serta Hubungannya dengan Pengetahuan Penjual Tentang Formalin. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 5, 1–18. DOI:10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4569
Fitri, N., Chan, S. X. Y., Lah, N. H. C., Jam, F. A., Misnan, N. M., Kamal, N., Sarian, M. N., Lazaldin, A. A. M., Low, C. F., Hamezah, A. S., Rohani, E. R., Mediani, A., & Abas, F. (2022). A Comprehensive Review on the Processing of Dried Fish and the Associated Chemical and Nutritional Changes. Foods, 11(19), 2938. 10.3390/foods11192938
Hasanah, N., Ujianti, R. M. D., Muflihati, I., & Umiyati, R. (2021). Pengaruh Konsentrasi Garam dan Lama Perendaman Terhadap Karakteristik Ikan Belanak (Mugil cephalus) Asin Dengan Metode Penggaraman Kering. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT), 4(2), 89-94. http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v4i2.10168
Hastuti, S. (2010). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formaldehide Pada Ikan Asin DI Madura. Jurnal Gizi Pangan, 4, 1–6. https://doi.org/10.21107/agrointek.v4i2.1366
Ichyauddin, M. I. (2014). Analisis Kadar Formalin Dan Uji Organoleptik pada Ikan Asin Dibeberapa Pasar Tradisional di Kabupaten Tuban. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang: Indonesia. 103 Hlm.
Jaya, N. P. R., Jafriati, & Yasnani. (2025). Analisis Kandungan Formalin pada Ikan Asin yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Kendari. Journal of Health Sciences Leksia (JHSL), 3(4), 42-51. https://jhsljournal.com/index.php/ojs/article/view/130
Martoyo, P. Y., Hariyadi, R. D., & Rahayu, W. P. (2016). Kajian Standar Cemaran Mikroba dalam Pangan di Indonesia Review on Food Microbiological Standard in Indonesia. Jurnal Standardisasi, 16(2), 1–12. DOI:10.31153/js.v16i2.173
Moniharapon, T., Pattipeilohy, F., Soukotta, L. M., & Mailoa, M. N. (2021). Produksi Ikan Asin Kadar Garam Rendah dengan Pengawet Alami Atung (Parinarium glaberimum Hassk) pada Pengolah di Dusun Parigi Wahai Seram Utara Kelompok Usaha Masyarakat Nelayan Tonda Tuna yang Bernama Kelompok Pantura Parigi yang Berkedudukan di Desa W. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 1, 1–12.
Muhammad, M., Dewi, E. N., & Kurniasih, R. A. (2019). Oksidasi Lemak pada Ikan Ekor Kuning (Caesio cuning) Asin dengan Konsentrasi Garam yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, 1(2), 1–9.
Nawansih, O., Rizal, S., Rangga, A., & Ayu, E. (2017). Uji Mutu dan Keamanan Ikan Asin Kering (Teri dan Sepat) di Pasar Kota Bandar Lampung. Seminar Nasional Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Bandar Lampung, 1–16.
Nurdiani, C. U., & Sriwiditriani, E. (2021). Formalin pada Cumi Asin yang Dijual Di Pasar Tradisional Wilayah Pandeglang dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 7(2), 1–9.
Paparang, R. W. (2013). Studi Pengaruh Variasi Konsentrasi Garam Terhadap Citarasa Peda Ikan Layang (Decapterus russelli). Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan, 1(1), 1–4.
Rahma, A. A., Nurlaela, R. S., Meilani, A., & Puspa, Z. (2024). Ikan Sebagai Sumber Protein dan Gizi Berkualitas Tinggi Bagi Kesehatan Tubuh Manusia. Karimah Tauhid, 3, 1–11.
Resti, F. O., Sipahutar, Y. H., & Maulani, A. (2022). Penerapan GMP dan SSOP Pada UMKM Ikan Asin Manyung (Arius thalassinus) Jambal Roti di Kabupaten Pangandaran - Jawa Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 1, 1–12.
Rovita, F. M., & Wulandari, W. (2022). Identifikasi Kandungan Formalin pada Ikan Asin di Pasar Tradisional Kedungprahu Ngawi. Darussalam Nutrition Journal, 6(2), 1–7. https://doi.org/10.21111/dnj.v6i2.8266
Salamah, E., Purwaningsih, S., & Kurnia, R. (2012). Kandungan Mineral Remis (Corbicula javanica) Akibat Proses Pengolahan. Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, III, 1–10.
Sasiang, J. R., Ansar, N. M. S., & Karimela, E. J. (2020). Karakteristik Sensori dan Kadar Air Ikan Selar (Selaroides leptolepis) Asin pada Konsentrasi Kadar Garam yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Tindalung, 6(1), 1–5.
Semariyani, A. A. M., & Singapurwa, N. M. A. S. (2020). Chemical and microbiology analysis of salted anchovies (Stolephorus sp.) in East Denpasar traditional market. SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science), 4(2), 120-129.
Sukmawati, & Hardianti, F. (2018b). Analisis Total Plate Count (TPC) Mikroba Pada Ikan Asin Kakap Di Kota Sorong Papua Barat. Jurnal Biodjati, 3(1), 1–7.
Surya, W. N., & Lukitasari, M. (2016). Analisis Kandungan Formalin dan Uji Organoleptik Ikan Asin yang Beredar di Pasar Besar Madiun. Jurnal Florea, 3(1), 1–6.
Suseno, D. (2021). Validasi Metode Analisis Formalin dan Aplikasinya pada Ikan Asin. Jurnal Agroindustri Halal, 7(1), 1–10.
Teda. (2015). Identifikasi Kandungan Formalin pada Ikan Asin di Pasar Tradisional, Jawa Tengah. Darussalam Nutrition Journal, 6(2), 1–8.
Wahyudi, R., Tri, E., & Maharani, W. (2017). Profil Protein Pada Ikan Tenggiri Lama Penggaraman Dengan Menggunakan Metode Sds-Page. Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi, 1–8, 34–41. ISBN: 978-602-61599-6-0.
Yulianti, C. H. (2021). Perbandingan Uji Deteksi Formalin pada Makanan Menggunakan Pereaksi Antilin dan Rapid Tes Kit Formalin (Labstest). Journal of Pharmacy and Science, 6(1), 1–6.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
The authors who publish this journal agree to the following terms:
a. The author retains the copyright and grants the journal the rights of the first publication with the work simultaneously licensed under  the Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License, which allows others to share the work with acknowledgment of the author's work and the original publication in this journal.
b. Authors may enter separate additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of the published version of the journal (e.g., submit to an institutional repository or publish in a book), with acknowledgment of initial publication in this journal
c. Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g. in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, as this may lead to productive exchanges, as well as citations of previously published and older works.