HORMON ECDYSTERON DARI EKSTRAK DAUN MURBEI, Morus spp. SEBAGAI MOULTING STIMULAN PADA KEPITING BAKAU

Authors

  • Herlinah Herlinah Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros
  • Andi Tenriulo Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros
  • Emma Suryati Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros

DOI:

https://doi.org/10.15578/jra.9.3.2014.387-397

Keywords:

ecdysteron, murbei, moulting stimulan, kepiting bakau

Abstract

Murbei terbukti mampu mempercepat moulting pada insekta (ulat sutera). Persamaan filum (Arthropoda) antara kepiting dan ulat sutra memungkinkan efek mekanisme kerja ecdysteron (ECD) daun murbei pada fase moulting ulat sutra juga bekerja pada fase moulting kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan identifikasi kandungan ECD pada tanaman murbei. Selanjutnya pemanfaatan ekstrak daun murbei sebagai moulting stimulan pada kepiting bakau. ECD dari daun murbei diperoleh melalui isolasi, pemurnian, serta identifikasi secara spektroskopi antara lain pengukuran panjang gelombang sinar ultra violet dan spektrum infra merah untuk menentukan gugus fungsi. Kandungan ECD pada kepiting dari setiap fase moulting dilakukan melalui ekstraksi pada hemolimp menggunakan pelarut diethyl ether kemudian diukur menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil penelitian memperlihatkan kandungan ECD pada tanaman murbei Morus spp. diperoleh pada fraksi kedua (1.058,62 mg/L) dan ketiga (1.088,4 mg/L). Sedangkan kandungan ecdysteron pada haemolimp yang paling tinggi pada fase sebelum moulting (4,53 mg/L) dan sesudah moulting (2,52 mg/L). Aplikasi ecdysteron pada kepiting bakau melalui penyuntikan memperlihatkan dosis yang paling optimal pada 100 mg/L ECD.

Downloads

Published

2014-12-30