BUDIDAYA UDANG VANAME SISTEM BIOFLOK

Authors

  • Brata Pantjara Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros
  • Agus Nawang Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros
  • Usman Usman Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros
  • Rachman Syah Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros

DOI:

https://doi.org/10.15578/ma.5.2.2010.93-97

Keywords:

vaname, bioflok

Abstract

Problem utama pada budidaya tambak udang intensif adalah menurunnya kualitas air yang layak selama pemeliharaan udang dan munculnya penyakit. Upaya mengurangi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan bioflok di tambak. Bioflok merupakan campuran dari berbagai mikroba, fitoplankton, zooplankton, protozoa, detritus, partikel organik. Teknologi bioflok dapat meningkatkan kualitas air, meminimalkan pergantian air (tanpa pergantian air), efisiensi pakan, dan menghambat berkembangnya penyakit selama budidaya. Budidaya udang vaname intensif sistem bioflok dengan padat penebaran 100 ekor/m2 selama 95 hari diperoleh produksi sebesar 10,375 kg/ha (FCR 1,3) dan tanpa bioflok 9,176 kg/ha (FCR 1,6).

Downloads

Published

2010-12-31