Potret Subsidi Perikanan Tangkap Laut Di Pelabuhanratu, Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.15578/marina.v7i1.4594Keywords:
subsidi, harga solar, bahan bakar minyak (BBM), nelayan, PelabuhanratuAbstract
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil identifikasi jenis-jenis subsidi perikanan tangkap yang disalurkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk nelayan di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Subsidi perikanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh nelayan adalah subsidi solar yang memberikan harga solar Rp 4.300,- atau selisih Rp 200,- per liter dibandingkan dengan harga solar nonsubsidi. Ada pula jenis subsidi atau bantuan lainnya, yaitu bantuan modal untuk mengkonversi kapal, rumpon, dan bantuan melalui Program Aspirasi. Bantuan melalui Program Aspirasi termasuk jenis bantuan yang baru di Pelabuhanratu yang mengikutsertakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi untuk langsung terjun ke lapangan mengumpulkan aspirasi langsung dari nelayan sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar bantuan yang sangat diperlukan nelayan.References
Agriefishery.2010.Rumpon.http://www.zonaikan.files. wordpress.com. Diakses tanggal 26 April 2012.
Anonim. 2010. “Subsidi Perikanan Tetap Berlakuâ€, dalam http://bataviase.co.id/node/418600. Diakses pada tanggal 10 Januari 2012.
APEC. 2000. Study into the Nature and Extent of Subsidies in the Fisheries Sector of APEC Members Economies. Fisheries Working Group, CTI 07/99T.
Bambang (ed). 2010. “Indonesia Pertahankan Subsidi Perikanan Dalam Pertemuan APEC†dalam http://www.antaranews.com/berita/1287052600/indonesia-pertahankansubsidi-perikanan-dalam-pertemuan-apec. Diakses tanggal 10 Januari 2012.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi. 2009. Statistik Perikanan Kabupaten Sukabumi.
Dwiponggo, A dan S. Ilyas. 1990., Dukungan Kelembagaan terhadap Perikanan dalam Pembangunan Perikanan Tahap II. Forum Perikanan I. Puslitbangkan-USAID.
FAO. 2001. Fisheries Glossary and Encyclopedia Britannica. Publishing Management Services Information Devision. FAO: Rome.
FAO. 2004. Fisheries Technical Paper No. 438. Lena Westlund: Guide for Identifying, Assesing and Reporting on Subsidies in the Fisheries Sector. Rome.
Lukita, B.M. dan A. Mulyadi. 2011. Subsidi Benih Ikan Mulai 2012, dalam http://bisniskeuangan. kompas.com/read/2011/10/06/17295417/. Diakses tanggal 10 Januari 2012.
Naamin, N dan A. Hardjamulia. 1990. Potensi, Pemanfaatan dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Makalah yang disampaikan pada Forum Perikanan I, Sukabumi 19 – 20 Juli. Puslitbangkan-USAID.
Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhanratu. 2009. Statistik Perikanan Tahun 2009.
Satria, et. al. 2009. Globalisasi Perikanan: Reposisi Indonesia?. IPB Press: Bogor.
Uktolseja, J.C.H. 1990., Dukungan Kelembagaan terhadap Perikanan dalam Pembangunan Perikanan Tahap II (Dalam Kaitannya dengan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Lautan). Forum Perikanan I. Puslitbangkan-USAID.
Wiium, V. 1999., Subsidies in Irish Fisheries: The Savior of Rural Ireland?. Nat. Univ. of Ireland, Galway. Ireland.
WTO Report. 2006. Subsidies, Trade and The WTO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
(1)Â Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the publisher.
(2) Publisher of Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan is Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
(3)  The copyright follows Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0) : This license allows to Share — copy and redistribute the material in any medium or format, Adapt — remix, transform, and build upon the materi