Kajian Vegetasi Kawasan Hutan Mangrove Wana Tirta di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Katarina Hesty Rombe Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone
  • Yasser Arafat Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone
  • Agus Surachmat Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone
  • Firda Ayu Andhini Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

DOI:

https://doi.org/10.15578/salamata.v3i1.11256

Keywords:

mangrove, vegetasi, wana tirta

Abstract

Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah air payau dan dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Keberadaan hutan mangrove sekarang ini cukup mengkhawatirkan karena ulah manusia untuk kepentingan konversi lahan sebagai tambak, pemukiman, perhotelan, ataupun tempat wisata. Praktek ini dilaksanakan pada 4 Maret hingga 10 April bertujuan untuk mengetahui jenis vegetasi, kerapatan dan Indeks Nilai Penting (INP) mangrove Wana Tirta di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi antara metode transek dan metode kuadrat yaitu metode transek kuadrat.Analisis vegetasi meliputi kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, dan indeks nilai penting. Ditemukan 6 jenis mangrove yaitu Acanthus ilicifolius, Avicennia alba, Avicennia marina, Nypa fruticans, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba. Kerapatan jenis keseluruhan tingkat pohon di stasiun I adalah 12200 Ind/Ha dan di stasiun II adalah 5800 Ind/Ha. Stasiun I memiliki INP 198.11% untuk Rhizopora mucronata 52.67% untuk Avicennia alba dan 49.22% untuk Avicennia marina dan stasiun II memiliki INP 181.75% untuk Rhizopora mucronata 70.46% untuk Sonneratia alba dan 47.79% untuk Avicennia alba.

Author Biography

Katarina Hesty Rombe, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Teknik Kelautan

References

Afriyani A, Fauziyah, Mazidah, & Wijayanti, R. (2017). Keanekaragaman vegetasi hutan mangrove di Pulau Payung Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands, 6(2):113-119.

Agustini NT, Ta’alidin, Z., & Purnama D. (2016). Struktur komunitas mangrove di desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano, 1(1): 19-31.

Aida G R, Wardiatno, Y., Fahrudin, A., & Kamal, M.M. (2014). Produksi serasah mangrove di pesisir Tangerang, Banten. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(2): 91-97.

Novianty R, Sastrawibawa S, Prihadi DJ (2011). Identifikasi kerusakan dan upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di pantai Utara kabupaten Subang

Downloads

Published

2022-06-25

Issue

Section

Articles