Penentuan Siklus Glasial – Interglasial Terakhir Pada Sedimen Dasar Laut Kawasan Lepas Pantai Pelabuhan Ratu

Authors

  • Rina Zuraida Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Badan Litbang ESDM, Kementerian ESDM, Jl. Dr. Junjunan 236, Bandung 40174
  • Rainer A. Troa Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, KKP, Kompleks Bina Samudera, Jl. Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta 14430
  • Marfasran Hendrizan Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135
  • Eko Triarso Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Litbang Kelautan dan Perikanan, KKP, Kompleks Bina Samudera, Jl. Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta 14430
  • Luli Gustiantini Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135
  • Nazar Nurdin Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135
  • Wahyu S. Hantoro Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Jl. Sangkuriang, Bandung 40135
  • Shengfa Liu Marine Geology and Geophysics Division of the First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration, No.6 Xianxialing Road, High Science and Technology Industrial District, Qingdao, 266061

DOI:

https://doi.org/10.15578/segara.v11i2.7355

Keywords:

sedimen dasar laut, pentarikhan umur radiokarbon, 18O, Selat Sunda, Siklus Glasial – Interglasial Terakhir, Deglasiasi

Abstract

Kawasan Lepas Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak di wilayah Jawa Barat bagian selatan dipengaruhi oleh dinamika laut Selat Sunda dan Samudera Hindia bagian timur. Kondisi ini terekam dalam sedimen dasar laut dan tersimpan sebagai informasi berbagai proses yang terjadi di perairan tersebut pada rentang waktu geologi tertentu. Penelitian ini menggunakan contoh inti sedimen dasar laut SO184-10043 (7°18,57' LS dan 105° 3,45’ BT, kedalaman 2166 m, panjang 360 cm) yang diambil pada saat cruise PABESIA dengan menggunakan kapal riset Sonne di Selat Sunda. pada tahun 2005. Metode penelitian yang digunakan adalah pentarikhan umur (dating) radiokarbon (14C) dan analisis isotop oksigen (d18O) pada foraminifera plankton Globigerinoides ruber. Hasil pentarikhan umur isotop 14C terhadap 16 cuplikan contoh menunjukkan bahwa contoh inti SO184-10043 merekam Siklus Glasial Terakhir hingga 35.000 tahun yang lalu. Hasil pengukuran d18O memberikan nilai Deglasiasi yang lebih besar dari daerah sekelilingnya yang diduga akibat terbukanya Laut Jawa yang memungkinkan mengalirnya air dari Laut Cina Selatan dengan salinitas dan suhu yang lebih rendah menuju Samudera Hindia melalui daerah penelitian. Rekonstruksi suhu permukaan laut dari data isotop d18O memberikan nilai suhu Deglasiasi yang jauh lebih tinggi yang diduga akibat faktor lokal yang mempengaruhi nilai salinitas di daerah penelitian.

Downloads

Published

2015-12-10

Issue

Section

Articles