URGENSI PENYESUAIAN METODE PEMBELAJARAN DI ERA DISRUPTIVE TECHNOLOGY
DOI:
https://doi.org/10.15578/jp.v7i1.10285Kata Kunci:
Metode pembelajaran, Era disruptive technologyAbstrak
Seorang guru profesional di era milenial atau Generasi Y, tidak cukup hanya menguasai empat kompetensi guru, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, mengharuskan seorang guru menjadi bagian dari kemajuan teknologi itu sendiri. Jika mereka lahir pada Generasi X atau genereasi tradisional, maka mereka harus mengejar ketertinggalan itu dengan belajar berbagai aplikasi teknologi kekinian. Jika tidak, maka mereka hanya akan menjadi guru yang pandai menceritakan masa lalu belaka, padahal masa lalu sudah lama ditinggalkan. Mendikbud, Prof. Muhajir Effendi menambahkan guru profesional di zaman milenial harus memenuhi kompetensi inti (expertise), tanggung jawab social (responsibility), dan kesejawatan (esprit de corps). Di sinilah urgensinya guru menyesuaikan metode pembelajaran di era disruptive technology.
A professional teacher in the millennial era or Generation Y, it is not enough to only master the four teacher competencies, namely pedagogic, personality, professional, and social competencies. The development of information technology is so rapid, requires a teacher to be part of the advancement of technology itself. If they were born in Generation X or the traditional generation,
then they must catch up by learning various applications of contemporary technology. If not, then they will only become teachers who are good at telling the past, even though the past has long been abandoned. Minister of Education, Prof. Muhajir Effendi added that professional teachers in the millennial era must meet core competencies (expertise), social responsibility (responsibility), and peer relations (esprit de corps). This is where the urgency for teachers to adapt learning methods in the era of disruptive technology.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang artikelnya diterbitkan di Jurnal Pari menyetujui ketentuan berikut:
(1) Hak cipta atas artikel yang diterbitkan akan dialihkan kepada jurnal selaku penerbit naskah. Oleh karena itu, penulis menegaskan bahwa hak cipta telah dikelola oleh penerbit.
(2) Penerbit Jurnal Pari adalah Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
(3) Hak cipta mengikuti Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0): Lisensi ini mengizinkan untuk Berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, mengadaptasi — mencampur, mengubah, dan membuat atas materi.