Proses Pengolahan Fillet Cobia (Rachycentron canadum) Skinless Beku di PT. Mahkota Samudera Jaya, Muara Baru - Jakarta Utara

Penulis

  • Heny budi purnamasari Politeknik AUP-Jakarta
  • Evi Fitriyani Politeknik Pontianak
  • Lina Farida Politeknik AUP-Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.15578/bjsj.v5i1.10785

Kata Kunci:

nilai mutu, pengolahan, produktivitas, rendemen

Abstrak

Ikan cobia (Rachycentron canadum) salah satu jenis ikan dengan nilai ekonomis tinggi dalam dunia perikanan karena pertumbuhan yang cepat, memiliki kualitas daging berwarna putih, dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, dan biaya produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses pengolahan fillet ikan cobia skinless beku, mengetahui penerapan rantai dingin selama proses pengolahan, mengetahui mutu bahan baku dan produk akhir, mengetahui rendemen, dan mengetahui produktivitas tenaga kerja. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara berpartisipasi secara langsung, melalui survei, observasi dan wawancara, sedangkan metode analisa yang digunakan yaitu metode analisa deskriptif dan komparatif. Proses pengolahan sudah memenuhi standar yang ditetapkan SNI 2696:2013 tentang penanganan dan pengolahan fillet ikan beku. Terdapat 18 alur proses dalam SNI namun ada beberapa yang dikurangi dari tahapan proses yang terdapat pada SNI seperti pemotongan kepala, penyiangan, pelelehan dan pencucian. Sebagian besar penerapan rantai dingin sudah optimal tetapi beberapa ruangan dan tahapan suhu ikan meningkat akibat fluktuasi suhu dan kurangnya pendingin ruangan serta adanya penundaan. Hasil uji organoleptik bahan baku adalah 8 dan produk akhir adalah 9, untuk hasil uji mikrobiologi dan hasil uji kimia didapatkan hasil sesuai dengan perusahan. Hasil rendemen pada tahap filleting yaitu 74.9%, deboning 60.8%, serta skinning dan trimming adalah 46.3% dengan standar rendemen akhir yang ditetapkan perusahaan adalah 45%. Pada hasil pengamatan produktivitas karyawan pada tahap filleting didapat sebesar 184,61 kg/jam/orang, tahap deboning 112,58 kg/jam/orang dan tahap skinning dan trimming sebesar 25,42 kg/jam/orang. Nilai roduktivitas telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahan yaitu 20 kg/jam/orang.

Referensi

Chou JL, Chen HY, Shiau CY. (2006). Aquaculture of Cobia (Rachycentron canadum).

Edy Sutrisno. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana.

FAO. (2010). Food and Agriculture Organization of the United Nation (FAO) and 2008 Production Year book.

FAO Fisheries & Aquaculture Rachycentron canadum. (2017). Diakses 11 Agustus 2020, dari Gulf Coast Research Laboratory. (2020). Diakses 11 August 2020, from http://gcrl.usm.edu/research/cobia_aquaculture.php

Liao IC, Leano EM. 2007. Cobia Aquaculture: Research, Development and Commercial

Murniyati & Sunarman. (2000). Pendinginan, Pembekuan dan Pengawetan Ikan. Kanisius. Yogyakarta. 220 Halaman. ISBN 976-672-1.

Nento, W. R. (2015). Studi Pengemasan Tuna Ekor Kuning (Thunnus albacares) di Cv. Cahaya Mandiri Desa Botu Barani Kelurahan Bone Pantai Provinsi Gorontalo. 2015, 1, 55–59.

Rodriguez, Uriel. (2018). Rachycentron canadum (Cobia) datasheet. Aquaculture Compendium, Invasive Species. CABI (Centre for Agriculture Bioscience International, UK).

Sipahutar, Y. H., Suryanto, M. R., & Ramli, H. K. (2020). Laju Melanosis Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) pada Tambak Intensif dan Tambak Tradisional di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Prosiding Simposium Nasional VII Kelautan dan Perikanan, 31-42.

Thaheer, H, Ir, Dr. (2005). Sistem Manajemen HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Bumi Aksara: Jakarta.

Diterbitkan

2023-03-30

Terbitan

Bagian

Articles