POTENSI DAERAH DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN DI DESA SERDANG KABUPATEN BANGKA SELATAN

Auteurs

  • Herman Setiawan Universitas Terbuka
  • Kasful Anwar Universitas Terbuka
  • Yani Syafei Universitas Komputer Indonesia

DOI :

https://doi.org/10.15578/bjsj.v7i2.18531

Mots-clés :

Potensi daerah, pemberdayaan nelayan, kelembagaan, regulasi, keberlanjutan pesisir, Desa Serdang, Bangka Selatan

Résumé

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemberdayaan nelayan di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan melalui aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan regulasi. Kawasan ini memiliki potensi perikanan yang kuat dengan ekosistem pesisir yang baik, meliputi hutan mangrove 215 ha dan padang lamun 42 ha sebagai habitat ikan bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas nelayan mencapai 2,8 ton per bulan per kelompok, namun nelayan masih terkendala akses permodalan, fluktuasi harga ikan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pelabuhan. Pemerintah daerah telah menyediakan tiga tempat pelelangan ikan dan satu balai pelatihan, tetapi pemanfaatannya rendah. Analisis MDS dan Monte Carlo menunjukkan model valid (selisih < 1; Stress < 0,15; R² > 94%). Dimensi kelembagaan paling kuat (93,5), diikuti ekonomi (71,0), sosial (61,5), dan regulasi (42,5). Bentuk diagram layang-layang menunjukkan ketimpangan antar dimensi dengan kelembagaan yang menonjol sementara regulasi masih lemah. Secara keseluruhan, pemberdayaan nelayan di Desa Serdang sangat bergantung pada sinergi antara penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dan peningkatan efektivitas implementasi kebijakan daerah. Leverage rata-rata menunjukkan kelembagaan (7,86%) dan regulasi (7,20%) sebagai faktor utama peran keberlanjutan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarinstansi, optimalisasi sarana, dan pendampingan berkelanjutan untuk pembangunan pesisir inklusif

Références

Allison, E. H., & Ellis, F. (2001). The livelihoods approach and management of small-scale fisheries. Marine Policy, 25(5), 377–388.

Arifin, M., Hidayat, A., & Rahmadani, F. (2021). Peran kelembagaan lokal dalam pemberdayaan nelayan pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(2), 103–118.

Bailey, C., & Pomeroy, C. (2015). Resource dependency and development options in coastal Southeast Asia. Marine Policy, 52, 1–9.

DKP Bangka Selatan. (2023). Laporan Tahunan Pengelolaan dan Pemberdayaan Nelayan Kabupaten Bangka Selatan 2023. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan.

Fauzi, A. (2021). Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fauzi, A., & Anna, S. (2022). Evaluasi Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan dengan Pendekatan Rapfish. IPB Press, Bogor.

Garcia, S. M., & Cochrane, K. L. (2005). Ecosystem approach to fisheries: a review of implementation guidelines. FAO Fisheries Technical Paper, 443.

Kavanagh, P., & Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel software for Rapfish: a technique for the rapid appraisal of fisheries status. Fisheries Centre Research Reports, 12(2), 1–75.

Hidayat, R., Sutopo, D., & Karim, A. (2017). Efektivitas implementasi kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan di daerah pesisir. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 11(2), 121–134.

Kavanagh, P., & Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel software for Rapfish: a technique for the rapid appraisal of fisheries status. Fisheries Centre Research Reports, 12(2), 1–75.

Nurhayati, D., Wahyudi, R., & Mulyadi, A. (2018). Regenerasi nelayan dalam menjaga keberlanjutan perikanan tangkap di wilayah pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 13(2), 85–96.

Pitcher, T. J., & Preikshot, D. (2001). RAPFISH: A Rapid Appraisal Technique to Evaluate the Sustainability Status of Fisheries. Fisheries Research, 49(3), 255–270.

Pranowo, A. R., Yulianto, D., & Nasution, A. (2020). Evaluasi kebijakan perikanan daerah terhadap keberlanjutan sumber daya pesisir. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 10(3), 210–221.

Putra, H. A., Rini, S., & Lubis, A. (2022). Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir. Jurnal Ilmu Pemerintahan Daerah, 8(1), 45–57.

Putri, M., Sari, D., & Hartati, S. (2020). Peran perempuan nelayan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga di daerah pesisir. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 18(3), 217–230.

Rahmawati, D., Satria, A., & Purbayanto, A. (2018). Analisis kesejahteraan rumah tangga nelayan tradisional berdasarkan tingkat pendapatan dan pengeluaran di wilayah pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 13(2), 115–126.

Rahmawati, N., Fadilah, L., & Prakoso, R. (2021). Pengelolaan Lingkungan Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Timur Sumatera. Jurnal Kelautan Tropis, 24(1), 32–44.

Sari, N., & Yuliana, E. (2016). Akses permodalan dan pengaruhnya terhadap peningkatan pendapatan nelayan kecil di wilayah pesisir. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 24(1), 45–58.

Suharyanto, R., & Yusuf, H. (2019). Solidaritas sosial dan keberlanjutan kelembagaan nelayan tradisional di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(4), 295–308.

Suryani, L., & Nurdin, R. (2019). Kolaborasi kelembagaan dalam pengelolaan perikanan tangkap berbasis masyarakat. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 14(1), 45–58.

Susanti, D., Wibowo, A., & Kurniawan, E. (2020). Penguatan Kelembagaan Nelayan sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(3), 267–276.

Wahyudi, A., Rini, A. D., & Nugroho, P. (2020). Diversifikasi ekonomi pesisir sebagai strategi adaptasi nelayan terhadap ketidakpastian hasil tangkapan. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Pembangunan, 41(3), 233–242.

Téléchargements

Publiée

2026-03-12

Numéro

Rubrique

Articles