ASPEK BIOLOGI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TELUK BANTEN, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.15578/bjsj.v2i2.8801Abstrak
Rajungan (Portunus Pelagicus ) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang  penting  di wilayah Perairan Teluk Banten. dan minim informasi mengenai  populasi dan status stok. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji Aspek biologi (Portunus Pelagicus) berdasarkan laju eksploitasi dan rasio potensi pemijahan di Perairan Teluk Banten, penelitian ini dilakukan pada bulan maret-april 2019. Penelitian ini menggunakan metode market survey (Observasi pada pengepul Rajungan) dan data langsung di lapangan sebagai data primer serta data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi rajungan meliputi: jumlah stok hasil tangkapan selama kurang lebih 40 hari, ukuran pertama tangkapan kali (Lc), menganalisa hubungan panjang dan berat, hasil pertama kali matang gonad (Lm) dan sex ratio rajungan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perikanan rajungan dalam pengelolaan berkelanjutan sumberdaya rajungan di perairan teluk banten. Hasil analisa jumlah stok hasil tangkapan rajungan di teluk banten berjumlah 476 (302 jantan dan 174 betina), Untuk hasi l analisa ukuran pertama kali tertangkap (Lc) diperoleh nilai Lc jantan = 10.47cm dan Lc betina 13.50 cm , Hasil analisa  hubungan lebar-bobot diperoleh nilai b jantan = 11.7810 (allometrik positif), sedangakan b betina = 10.6747 (allometrik positif) , Ukuran pertama kali matang gonad (Lm) jantan sebesar 11.82 cm dan betina 9.30 cm, Perbandingan sex ratio sebesar 1.73 : 1 lebih dominan rajungan jantan.
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Arshad, Efrizal, M. S. Kamarudin, C. R. S. (2006). Study On Fecundity , Embryology And Larval Development Of Blue Swimming Crab Portunus Pelagicus ( Linnaeus , 1758 ) Under Laboratory Conditions. Research Journal Of Fisheries And Hydrobiology, 1(1), 35–44.
Apriliyanto.H, Pramonowibowo, & Yulianto. T. (2014). Analisis Daerah Penangkapan Rajungan Dengan Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Di Perairan Betahwalang, Demak. Journal Of Fisheries Resources Utilization Management And Technology, 3(3), 71–79. Retrieved From Http://Www.Ejournal-S1.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jfrumt
Arif, M. (2019). Hubungan antar ukuran beberapa bagian tubuh rajungan (portunus pelagicus) di perairan utara lamongan, jawa timur.
Arios, A. H., Solichin, A., & Saputra, W. S. (2013). Hasil Tangkapan Rajungan ( Portunus pelagicus ) dengan Menggunakan Alat Tangkap Bubu Lipat yang Didaratkan di TPI Tanjung Sari Kabupaten Rembang, 2, 243–248.
Atmadja Sb. 1994. Tingkat Kematangan Gonad Beberapa Ikan Pelagis Kecil. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 3(2):83-89.
Aulia, M. (2018). Patogenesis dan Gejala Klinis Rajungan ( Portunus pelagicus). Yayasan borneo lestari
Bahri Agus, S., Zulbainarni, N., Sunuddin, A., Subarno, T., Hikmat Nugraha, A., Rahimah, I., … Jihad, . (2017). Spatial Distribution Of Blue Swimmer Crab (Portunus Pelagicus) During Southeast Monsoon In Lancang Island, Kepulauan Seribu. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(3), 209–218. Https://Doi.Org/10.18343/Jipi.21.3.209.
Bajomulyo, D. I. P. P. P. (2016). Komposisi Tangkapan Cantrang Dan Aspek Biologi Ikan Beloso (Saurida Tumbill) Di Ppp Bajomulyo, Juwana Http://Ejournal-S1.Undip.Ac.Id/Index.Php/Maquares, 5(02), 17–26.
Budiaryani, N. R. (2007). Kajian Perikanan Rajungan Di Perairan Semarang. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang.
Damora, A. (2011). Beberapaaspekbiologi Ikanbeloso (Sauridamicropectoralis) Di Perairan Utara Jawa Tengah, 3(6), 363–367.
Damora, A., & Nurdin, E. (2016). Beberapa Aspek Biologi Rajungan ( Portunus Pelagicus ) Di Perairan Labuhan Maringgai , Lampung Timur Biological Aspects Of Blue Swimming Crab ( Portunus Pelagicus ) In Labuhan Maringgai , East Lampung, 8(April), 13–20.
Djunaedi, A. (2009). Kelulushidupan dan Pertumbuhan Crablet Rajungan (Portunus pelagicus Linn.) pada Budidaya dengan Substrat Dasar yang Berbeda. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 14(1), 23–26.
Edi, H. S. W., Djunaedi, A., & Redjeki, S. (2018). Beberapa Aspek Biologi Reproduksi Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Betahwalang Demak. Jurnal Kelautan Tropis, 21(1), 55. https://doi.org/10.14710/jkt.v21i1.2409
Erlinda, S., Sara, L., & Irawati, N. (2016). Makanan Rajungan ( Portunus Pelagicus ) Di Perairan Lakara Kabupaten Konawe Selatan , Sulawesi Tenggara [ Food Of The Blue Swimming Crab ( Portunus Pelagicus ) In Lakara Waters Of. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(2), 131–140.
Ernawati, T., Mennofatria, B., & Yonvitner. (2014). Biologi Populasi Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Sekitar Wilayah Pati, Jawa Tengah. Bawal, 6(1), 31–40.
Fauzi, M. J., Gaffar, A., Erdyanto, B., Dhewang, I. B., Arafat, M. A., Akmalia, D. A., & Triyono, H. (2018). Pendugaan Growth Overfishing Rajungan (Portunnus Pelagicus) Di Teluk Banten. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 8(1), 96-103
Hamid, A., Wardiatno, Y., Batu, D. T. F. L., & Riani, E. (2015). Fekunditas Dan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan (Portunus Pelagicus) Betina Mengerami Telur Di Teluk Lasongko, Sulawesi Tenggara. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap, 7(1), 43. Https://Doi.Org/10.15578/Bawal.7.1.2015.43-50.
Hamid, A., Wardiatno, Y., Batu, D. T. L., & Riani, E. (2016). Distribusi Ukuran Spasial-Temporal Dan Berdasarkan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan (Portunus Pelagicus Linnaeus 1758) Di Teluk Lasongko, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Omni-Akuatika, 12(2).
Ihsan, I., & Saenong, M. (2019). Pemetaan Spasial Distribusi Dan Sebaran Rajungan (Portunus Pelagicus) Berbasarkan Siklus Hidup Di Perairan Pantai Kabupaten Pangkep. Prosiding Seminakel, 1(1).
Irfan, M., Sains, J., Journal, P., Rajungan, S., Basri, M. I., & Sara, L. (2017). Sains Inovasi Aspek Biologi Reproduksi Sebagai Dasar Pengelolaan Di Perairan Toronipa , Konawe Aspects Of Reproductive Biology As A Basic Of Management Of Blue Swimming Crab ( Portunus Pelagicus , Linn 1758 ) In Toronipa Waters Of Konawe.
Jafar, L. (2011). Perikanan Rajungan Di Desa Mattiro Bombang (Pulau Salemo, Sabangko Dan Sagara) Kabupaten Pangkep. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar.
Kembaren, D., & Ernawati, T. S. (2012). Biology And Population Parameters Of Blue Swimming Crab ( Portunus Pelagicus ) In The Bone Bay And Adjacent Waters. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 18(4), 273–281. Https://Doi.Org/10.15578/Jppi.18.4.2012.273-281
King, M. 1995. Fisheries Biology, Assessment And Management. United Kingdom: Fishing News Books. 341 P.
Kurnia, R., & Mennofatria. (2014). Biologi Populasi Rajungan (Portunus Pelagicus) Dan Karakteristik Lingkungan Habitat Esensialnya Sebagai Upaya Awal Perlindungan Di Lampung Timur. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(1), 22–28. Retrieved From Http://Journal.Ipb.Ac.Id/Index.Php/Jipi/Article/Viewfile/8402/6548.
Linggarjati, K. F., Djunaedi, A., & Subagiyo, S. (2013). Uji Penggunaan Bacillus sp. sebagai Kandidat Probiotik Untuk Pemeliharaan Rajungan (Portunus sp.). Journal of Marine Research, 2(1), 1–6. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jmr/article/view/2048.
Muhsoni, F. F., & Abida, I. W. (2009). Analisis Potensi Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Bangkalan-Madura. Embryo, 6(2), 140-147.
Nasution, R., Wahyuningsih, H., Muhtadi, A., Studi, P., Sumberdaya, M., Pertanian, F., … Utara, U. S. (N.D.). Hubungan Lebar Karapas Dan Berat Kepiting Bakau ( Scylla Spp .) Di Perairan Kawasan Mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat.
Ngurah, Wiadnyana. N. (2017). Lamongan District, East Java. Prosiding Simposium Nasional Krustasea 2017, 147.
Ningrum, V. P., Ghofar, A., & Ain, C. (2015). Beberapa Aspek Biologi Perikanan Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Betahwalang Dan Sekitarnya.
Nugraha. (2011). Morfometri , Pertumbuhan , Dan Tingkat Yang Tertangkap Di Perairan Dendang.
Nurlaila Ervina Herliany, Z. (2015). Hubungan Lebar Karapas Dan Berat Kepiting Bakau ( Scylla Spp ) Hasil Tangkapan Di Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Kelautan, 8(2), 89–94.
Palupi, R. D. (2018). Komposisi Ukuran Kepiting Rajungan (Portunus Pelagicus) Berdasarkan Fase Bulan Di Perairan Lakara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1(3).
Pasisingi N. 2011. Model Produksi Surplus Untuk Pengelolaan Sumberdaya Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Teluk Banten, Kabupaten Serang, Provinsi Banten [Skripsi]. Bogor (Id): Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. 91 Hlm.
Perikanan, J., & Volume, K. (2018). Diterima : 2 Agustus 2018 / Disetujui : 15 Agustus 2018, 8, 96–103.
Pertiwi, W. (2011). Komposisi Jenis Dan Ukuran Ikan Yang Tertangkap Dengan Sero Dan Pukat Pantaidi Perairan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pirzan, A. M. (2011). Keragaman Benthos pada Budidaya Rajungan ( Portunus pelagicus ) di Tambak Percobaan Maranak , Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros Sulawesi Selatan. Biosfera, 28(3), 167–175.
Prihatiningsih, P., & Wagiyo, K. (2017). Sumber Daya Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Tangerang. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap, 2(6), 273. Https://Doi.Org/10.15578/Bawal.2.6.2009.273-282.
Pristya Ningrum, V., Ghofar, A., & Ain, C. (2015). Beberapa Aspek Biologi Perikanan Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Betahwalang Dan Sekitarnya. Jurnal Saintek Perikanan, 11(1), 62–71. Retrieved From Http://Ejournal.Undip.Ac.Id/Index.Php/Saintek.
Puspito, G. (2011). Umpan efektif danbentuk perangkap plastik dalam menangkap kepiting berenang ( Effective Bait and Plastic Trap Shape in Catching Swimming Crab ) Oleh :, 2(2), 111–119.
Rejeki, S., Furi, C. A., & Ariyati, R. W. (2019). Pengaruh Salinitas Yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Rajungan (Portunus Pelagicus) Pada Stadia Crab Muda. Pena Akuatika: Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 18(1).
Saenong, M. (2018). Pemetaan Spasial Distribusi Dan Sebaran Rajungan ( Portunus Pelagicus ) Berbasarkan Siklus Hidup Di Perairan Pantai Kabupaten Pangkep, 66–74.
Sains, J., Sains, J., Journal, P., Permatahati, Y. I., & Sara, L. (2019). Of Fishery Science And Innovation Rajungan ( Portunus Pelagicus ) Pada Zona Intertidal Dan Bungin Permai , Konawe Selatan , Sulawesi Tenggara The Relationship Between Carapace Width And Body Weight Of Blue Swimming Crab In Intertidal And Seagrass Zones In, 771, 1–8.
Santoso, D., Raksun, A., . K., & Japa, L. (2016). Karakteristik Bioekologi Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Dusun Ujung Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis, 16(2), 94–105. https://doi.org/10.29303/jbt.v16i2.312
Setiyowati, D. (2016). Kajian Stok Rajungan ( Portunus Pelagicus ) Di Perairan Laut Jawa, Kbupaten Jepara. Jurnal Disportex, 7(1), 84–97. Https://Doi.Org/10.1007/S11262-017-1441-3.
Setyawan, H. A., Tangkap, D. P., Diponegoro, U., Soedarto, J. P., Tembalang, K., Indonesia, S., & Rajungan, S. (2018). Pendugaan Stok Sumberdaya Rajungan Di Perairan Tegal Jawa Tengah, (1), 37–44.
Sulistiono, ., Refiani, S., Tantu, F. Y., & Muslihuddin, . (2009). Kematangan Gonad Kepiting Kelapa (Birgus Latro) Di Pulau Pasoso, Sulawesi Tengah. Jurnal Akuakultur Indonesia, 8(2), 175–184. Https://Doi.Org/10.19027/Jai.8.175-184.
Susanto, B. (2007). Pertumbuhan, Sintasan Dan Keragaman Zoea Sampai Megalopa Rajungan (Portunus Pelagicus) Melalui Penurunan Sainitas. Perikanan (J.Fish. Sci), (1), 154–160.
Thomas, A. (2017). Analisis Sebaran Lebar Karapas Dan Proporsi Bef (Berried Egg Female) Rajungan, Portunus Pelagicus (Linn, 1758) Yang Tertangkap Di Pantai Timur Lampung.
Triaso, I. (2012). Potensi Dan Peluang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Di Pantura Jawa Tengah. Jurnal Saintek Perikanan, 8(1). Https://Doi.Org/10.14710/Ijfst.8.1.65-73.
Yusfiandayani, R., & Sobari, M. P. (2011). Di Perairan Teluk Banten ( Bio-Technique Aspect Of Blue Swimming Crab Resources Utilization In Banten Bay Water ), 1(2), 71–80.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Â
Ketentuan Transfer Hak Cipta
Penulis dalam melakukan submisi secara daring memahami bahwa apabila naskahnya diterima untuk dipublikasi maka hak cipta dari naskah tersebut akan diberikan kepada Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam sebagai penerbit jurnal.
Hak cipta mencakup hak ekslusif untuk mereproduksi dan mendistribusi artikel dalam semua bentuk media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.
Â