ISOLASI KAPANG KONTAMINAN PADA IKAN ASIN YANG DIJUAL DI MOROTAI SELATAN, PULAU MOROTAI
DOI :
https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10515Mots-clés :
Ikan asin, isolasi, kapang, kontaminanRésumé
Ikan asin di Kabupaten Morotai diperjualbelikan di pasar tanpa kemasan. Ikan asain hanya diikat denga tali plastik dan digantug begitu saja. Hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroba pada ikan asin, terutama kapang. Kapang kontaminan merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penurunan mutu bahan makanan dengan menyebabkan kerusakan/pembusukan. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang kontaminan pada ikan asin yang dijual di Morotai Selatan Pulau Morotai. Isolasi dan identifikasi kapang dilakukan di Laboratorium FPIK, Universitas Pasifik Morotai. Media untuk pertumbuhan kapang berupa media Tauge Ekstrak Agar (TEA). Isolasi kapang dari ikan asin dilakukan dengan metode pengenceran seri dan penanaman secara aerob (dengan teknik sebaran). Kapang yang tumbuh dipisahkan menjadi biakan murni dan dilakukan pengamatan isolat secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian ditemukan 2 isolat kapang yaitu isolat IA.A1 dan isolat IA.C1. Isolat IA.A1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Acromonium sp. dan isolat IA.C1 memiliki ciri-ciri seperti kapang Aspergillus niger.
Références
Afrianto E. dan Liviawaty. 1994. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius. Yogyakarta.
Akmalasari, I., Purwati, E.S., dan Dewi, S. 2013. Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit Tanaman Maggis (Garcinia mangostana L.). Biosfera, 30(2), 82-89.
Barnett H. L. dan B. B. Hunter. 1998. Illustrated marga of imperfect fungi. 4th ed. USA: Prentice-Hall, Inc
Bennett J. V., Brachman P.S. 2003. Hospital Infection (Third Edition), Little Brown Company, Boston.
Cappucino, J.G. dan Sherman, N. 1999. Microbiology a Laboratory Manual. Addison-Wesley Publishing Company, New York.
Deacon J. W. 2006. Fungal Biology, sixth edition, 21-23, Blackwell Publishing Ltd., Victoria. Australia.
Dewi, R. 2018. Isolation & Identification of Aspergillus Species From Wooden Fish (Keumamah). International Journal of Microbiology and Application, 5(3), 27-35.
Domsch, K.H and W. Gams. 1980. Compendium of soil fungi Volume 1 . Academic Press, London.
Dwijoseputro D. 1981. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.
Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT. Raja Grafisindo Persada. Jakarta.
Gandjar, I., R.A Samson, K. Twell-Vermeulen, A. Oetari dan I. Santoso. 1999. Pengenalan Kapang Tropik. Umum. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Handayani B. R., Kusumo B. D., Werdiningsih W., Rahayu T. I., Hariani H. 2017. Kajian Mutu Organoleptik dan Daya Simpan Pindang Tongkol Dengan Perlakuan Jenis Air dan Lama Pengukusan. Pro Food. 3(1): 194-199
Hastuti US, Dipu Y, Mariyanti M. 2011. Isolasi dan Identifikasi Mikoflora Kapang Kontaminan pada Kue Pia yang Dijual di Kota Malang. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning. 8(1): 461-466.
Heruwati ES. 2002. Pengelolan Ikan Secara Tradisional: Prospek dan Peluang Pengembangan. Jurnal Litbang Pertanian. 21(3): 92-99.
Jay J. M., Loessner M. J., Golden D. A. 2005. Mycotoxins. Modern food microbiology. Boston: Springer. p.709-726.
Jumallia Agustin A. T., dan Lohoo H. J. 2014. Identifikasi kapang pada ikan terbang (Hirundichthys oxycephalus) asin di Pasar Bersehati. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 2(2):21—26.
Lumbessy, S. Y. 2009, Isolasi dan identifikasi kapang pada ikan patin ( Pangasius sp.) kering. Makalah Bidang Teknik Sumberdaya Alam Pertanian.68-72.
Maryam R. 2008. Mewaspadai Bahaya Kontaminasi Mikotoksin Pada Makanan. [Laporan]. Falsafah Sains, Institut Pertanian Bogor.
Pitt, J. I. dan Hocking, A. D. 1997, Fungi and Foot Spoilage, Second edition. Blackie Academic & Proffesional, London.
Poulos P. G., Critchley J., Diaz J. R. E. 2000. U.S. Patent No. 6,132,786. Washington, DC: U.S. Patent and Trademark Office.
Salle, A. J. 1994. Fundamental Principles of Bacteriology,Second Edition. Mc Graw Hill, New Dehli, India.
Samson R.A., E.S. Hoekstra, J.C. Frisvad and O. Filtenborg. 1999. Introduction to food borne fungi. 4th ed. Netherlands: Ponsen &Looyen .
Simanjuntak, M., Siti, K., dan Riza, L. 2015. Keanekaragaman Kapang Udara di Ruang Perkuliahan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Tanjungpura Pontianak.
Syamsia, S. 2016. Sikap dan Preferensi Petani terhadap Penggunaan Beni Padi Verietas Unggul di Kabupaten Sumbang Jawa Barat. [Tesis] Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Watanabe, T. 2002. Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi: Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species. Second Edition. CRC Press. New York.
Wheeler K. A., Hocking A. D., Pitt J. I., Anggawati A. M.1986. Fungi associated with Indonesia dreid Fish. Food Microbiol. (3): 351-357.
Téléchargements
Publiée
Numéro
Rubrique
Licence
The authors who publish this journal agree to the following terms:
a. The author retains the copyright and grants the journal the rights of the first publication with the work simultaneously licensed under  the Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License, which allows others to share the work with acknowledgment of the author's work and the original publication in this journal.
b. Authors may enter separate additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of the published version of the journal (e.g., submit to an institutional repository or publish in a book), with acknowledgment of initial publication in this journal
c. Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g. in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, as this may lead to productive exchanges, as well as citations of previously published and older works.