PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) TUNA (Thunnus sp.) LOIN BEKU DI PT. TRIDAYA ERAMINA BAHARI
DOI:
https://doi.org/10.15578/aj.v2i1.9491Kata Kunci:
HACCP, Titik Kendali Kritis (CCP), Tuna Loin Beku, PembekuanAbstrak
PT. Tridaya Eramina Bahari adalah salah satu perusahaan perikanan produsen tuna loin beku di Jakarta. Standar yang ditetapkan untuk menjamin sistem keamanan pangan yaitu HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) harus dipenuhi oleh perusahaan untuk menjamin mutu produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan HACCP pada pengolahan tuna loin beku di PT. Tridaya Eramina Bahari. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode yang digunakan yaitu metode survei dengan menggunakan kuisioner dari responden. Berdasarkan 12 langkah penerapan HACCP di PT. Tridaya Eramina Bahari meliputi pembentukan tim HACCP, deskripsi produk, identifikasi penggunaan, penyusunan diagram alir proses, pemeriksaan diagram alir proses, analisa bahaya, penetapan Critical Control Point (CCP), penetapan batas kritis, penetapan prosedur monitoring, tindakan koreksi, tindakan verifikasi, serta penetapan dan dokumentasi sudah diterapkan, namun ada tiga tahapan proses yang perlu ditingkatkan keamanan pangannya. Hasil evaluasi penerapan HACCP di PT. Tridaya Eramina Bahari menunjukkan bahwa CCP yaitu pada tahap penerimaan bahan baku, pengemasan dan pelabelan, serta pendeteksian logam.Referensi
BSN. 2017. SNI-821-2017 Tata Cara Penggunaan Tanda SNI dan Tanda Kesesuaian Berbasis SNI. Badan Standar Nasional. Jakarta
Emborg, J, Laursen, G, Dalgaard, P. 2005. Significant histamine formation in tuna (Thunnus albacore) at 2oC – effet of vacuum and modified atmosphere-packaging on psychrotolerant bacteria. Journal of Food Microbiology, 101(3), 263-279.
Firdaus, M. 2018. Profil perikanan tuna dan cakalang di Indonesia. Buletin Ilmiah “MARINA†Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(1), 23-32.
Hafez, A.E.E., Darwish, W.S., El Bayomi R.M., El Nahal,S.M. 2018. Quality Indicators Of Some Frozen Fish And Fish Products Marketed In Sharkia Province, Egypt. 5th International Food Safety Conference, Damanhour University.
Hermansyah, M., Pratikto., R. Soenoko, dan N. W. Styanto. 2013. Hazard analysis critical control point (HACCP) produksi maltosa dengan pendekatan good manufacturing practice (GMP). Journal of Engineering & Management in Industrial System, 1(1), 14-20.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2015. Rencana Pengelolaan PerIkanan Tuna, Cakalang dan Tongkol. Direktorat Sumber daya Ikan Direktorat Jenderal PerIkanan Tangkap. KKP. Jakarta.
Oo,K.S, Than, S.S, Oo, T.H. 2019. A Model HACCP Plan for Fish Seasoning Powder Production. American Journal of Food Science and Technology. 7(6) : 200-204.
Pal, M., Aregawi, W.G., Singh, R.K., 2016. The role of Hazard Analysis Crit-ical Control Point in food safety. Beverage & Food world, 43(4), 33-35.
Prayitno, A.D. & Sigit, M.B. 2019. Penerapan 12 tahapan hazard analysis critical control point (HACCP) sebagai system keamanan pangan pada produk udang (panko ebi). Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian, 24(2), 100-112.
Soman R. & Raman M. (2016), HACCP system -hazard analysis and risk assessment, based on ISO 22000:2005 methodology. Food Control
Szyrocka, J.R. & Abbase A.L. 2020. Quality management and safety of food in HACCP system aspect. Production Engineering Archives, 26(2), 50-53
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The authors who publish this journal agree to the following terms:
a. The author retains the copyright and grants the journal the rights of the first publication with the work simultaneously licensed under  the Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License, which allows others to share the work with acknowledgment of the author's work and the original publication in this journal.
b. Authors may enter separate additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of the published version of the journal (e.g., submit to an institutional repository or publish in a book), with acknowledgment of initial publication in this journal
c. Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g. in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, as this may lead to productive exchanges, as well as citations of previously published and older works.