PENERAPAN KINCIR AIR TENAGA SURYA UNTUK TAMBAK UDANG VANNAME

Penulis

  • Harisjon Harisjon Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman
  • Birham Hermansyah Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman
  • Tashwir Tashwir Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman
  • Raedy Anwar Subiantoro Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman
  • Samsi Samsi Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman

DOI:

https://doi.org/10.15578/aj.v3i1.10200

Kata Kunci:

Energi surya, kincir air, desain

Abstrak

Pemanfaatan energi terbarukan merupakan suatu keharusan saat ini. Salah satu potensi energi terbarukan di Indonesia adalah energi surya. Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Penggunaan energi matahari untuk menggerakkan aerator kincir air pada budidaya udang vaname merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketergantungan pasokan listrik dari PLN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan parameter roda saat dioperasikan tanpa beban dan dengan beban, sedangkan parameter yang diukur adalah; Tegangan listrik, arus listrik, kecepatan putaran poros dan temperatur. Dari perancangan dan pembuatan kincir air tenaga surya yang telah dilakukan didapatkan hasil; tegangan rata-rata panel PV adalah 40,57 volt, arus listrik rata-rata saat dioperasikan dengan beban adalah 8.0 C

Referensi

Chotithammaporn, W., & Torasa, C. (2017). Solar energy aerator. (December 2016).

Holt, M. (2017). Feasibility Studies on a Stand-Alone Hybrid Wind-Diesel System for Fish Farming Applications. (June). Retrieved from https://brage.bibsys.no/xmlui/handle/11250/2459495.

Ispranoto Tri. (n.d.). Konsumsi Udang Orang Indonesia Capai 50% : Okezone Economy. Retrieved June 4, 2018, from https://economy.okezone.com/read/2013/03/06/320/771942/konsumsi-udang-orang-indonesia-capai-50.

Janaloka. (2015). Perbandingan SCC Tipe PWM dengan MPPT - Janaloka.com. Retrieved from https://janaloka.com/perbandingan-scc-tipe-pwm-dengan-mppt/.

Lakatos, L., Hevessy, G., & Kovács, J. (2011). Advantages and disadvantages of solar energy and wind-power utilization. World Futures: Journal of General Evolution, 67(6), 395–408. https://doi.org/10.1080/02604020903021776.

Maysha, & Trisno, B. (n.d.). Pemanfaatan Tenaga Surya Menggunakan Rancangan Panel Surya Berbasis Transistor 2N3055 Dan Thermoelectric Cooler. Ejournal.Upi.Edu. Retrieved from http://ejournal.upi.edu/index.php/electrans/article/view/1840.

Patel, M. (2005). Wind and solar power systems: design, analysis, and operation. Retrieved from https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=CfbLBQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=mukund+r+patel&ots=V1vWjma7Tr&sig=hnbWd-XjuJm83qBYDFCVAUkzHO8.

Sarma, K., Rahman, A., & Dey, A. (2018). Impact of Solar Operated Aerator on Dissolved Oxygen and Fish Growth. 21(2), 1041–1046.

Setiyanto, A. (2005). Analisis Posisi Pasar Dan Prospek Pemasaran Ekspor Udang Indonesia Di Amerika Serikat ( AS ).

Virgantari, F., Daryanto, A., Harianto, H., & Kuntjoro, S. U. (2017). Analisis Permintaan Ikan Di Indonesia: Pendekatan Model Quadratic Almost Ideal Demand System (QUAIDS). Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 6(2), 191. https://doi.org/10.15578/jsekp.v6i2.5772.

File Tambahan

Diterbitkan

2021-11-30

Terbitan

Bagian

Articles