PENGARUH PENGGUNAAN MICROBUBBLE TERHADAP KELIMPAHAN PLANKTON PADA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI
DOI:
https://doi.org/10.15578/chanos.v19i2.10331Kata Kunci:
Plankton, Microbubble, udang vannameiAbstrak
Komposisi plankton pada perairan terutama pada tambak udang Vannamei dapat berperan sebagai parameter ekologi perairan selain sebagai pakan alami dan penghasil oksigen. Sistem resirkulasi merupakan salah satu cara untuk menjaga kualitas air yang nantinya mampu mendukung komposisi plankton yang seimbang sehingga budidaya udang vannamei super intensif dapat berjalan optimal. Microbubble merupakan suatu alat yang berfungsi menghasilkan gelembung udara dalam air denga ukuran diameter kurang dari 200 µm. Gelembung mikro ini mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut sehingga dapat menurunkan kadar ammonia dalam air budidaya sampai 95%. Penelitian yang dilakukan merupakan penilitian eksperimental yang dirancang dengan menggunakan dua kolam bundar dengan diameter 3 m. Satu kolam bundar menngunakan aerator dan yang lain menggunakan Microbubble untuk sistem aerasinya. Jenis Plankton diamati menggunakan mikroskop. Dari hasil penelitian tersebut Genus plankton yang mendominasi adalah Chlorophyta dengan nilai 88,%, Cyanophyta 8,%, dan Chrysophyta 2,7%. Jenis Chlorophyta meliputi Chlorella, Nanochloropsis, dan Oocystis. Penggunaan Microbubble mampu meningkatkan kelarutan oksigen, dari hasil penelitian nilai DO yang di dapat 5,05 mg/L. kelarutan oksigen yang tinggi di perairan memberikan dampak yang positif terhadap udang dan juga biota perairan yang lain.
Referensi
Ashour, M dan A.K.El-Wahab. 2017. Enhance Growth and Biochemical Composition of Nannochloropsis oceanica, cultured under Nutrient Limitation, Using Commercial Agricultural Fertilizer. Journal of Marine Science : Reserch dan Development. Vol 7 (4): 1-5
Baso, A., Hamad, F., and Ganesan, P. 2018. Effects of the geometrical configuration of air-water mixer on the size and distribution of micro-bubbles in aeration systems. Asiaâ€Pacific Journal of Chemical Engineering. New York. Vol. 13 (6) : 2259
Firman, W.S., Nirmala, K., Supriyono, E., Rochman, T.N. 2019. Evaluasi Kinerja Pembangkit Gelembung Mikro Terhadap Respons Fisiologis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Kepadatan Berbeda Pada Sistem Resirkulasi. Jurnal Iktiologi Indonesia. Vol 19 (3) : 425-436.
Norjanna, F., E. Efendi dan Q. Hasan. 2015. Reduksi Amonia Pada Sistem Resirkulasi Amonia Pada Sistem Resirkulasi Dengan Penggunaan Filter Yang Berbeda. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. Vol 4. No 1. Hal 427 – 432. ISSN : 2302-3600.
Novianti, T. 2019. Kandungan Betakaroten dari Mikroalga Chlorella vulgaris yang Dikultur Dengan Perlakuan Sumber Cahaya Dan Kepadatan Awal Inokulum (KAI) Yang Berbeda. Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi. Vol 4 (1) : 46-61
Saragih, M dan Erizka, W. 2018. Keanekaragaman Fitoplankton Sebagai Indikator Kualitas Air Danau Sipin Di Kota Jambi. Jurnal Daur Lingkungan. Vol.1 (1) : 22-28
Tangguda, S dan Prasetia, I.N.D. 2019. Produksi Chlorella sp. Dengan Perlakuan Limbah Cair Tambak Udang Vaname (Litopanaeus vannamei) Steril. Saintek Perikanan. Vol 14 (2) : 96-99
Utojo. 2015. Keragaman Plankton dan Kondisi Perairan Tambak Intensif dan Tradisional di Probolinggo Jawa Timur. Biosfera. Vol 32 (2) : 83-97
Yanuhar, U. 2016. Mikroalga Laut (Nannochlorpsis oculate). UB Press. Malang. Hal 7 – 33
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in Jurnal Penelitian Chanos Chanos agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).