PENGALENGAN IKAN LEMURU DI PT. XYZ MENGGUNAKAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN STANDARD SANITATION OPERATION PROCEDURE (SSOP)
DOI:
https://doi.org/10.15578/chanos.v23i2.14360Keywords:
GMP, Lemuru, Pengalengan, SSOPAbstract
Pemanfaatan ikan lemuru perlu diproses pengolahan dengan cepat untuk menghindari kerusakan. Untuk menghindari hal ini, ikan lemuru diproses menjadi ikan kaleng. Pengalengan merupakan metode pengawetan pada produk pangan untuk memperpanjang umur simpan. Kelayakan dasar unit pengolahan merupakan persyaratan pada unit pengolahan dalam mengembangkan dan menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). GMP dan SSOP merupakan dua komponen utama persyaratan kelayakan dasar yang diperlukan untuk menerapkan HACCP. Tujuan penerapan HACCP yaitu untuk memastikan bahwa produsen memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan untuk menghasilkan produk makanan berkualitas tinggi yang sesuai dengan permintaan konsumen.Good Manufacturing Practice (GMP) adalah pedoman untuk proses produksi makanan yang dirancang untuk memastikan bahwa semuanya dilakukan dengan benar. Pedoman untuk persyaratan kebersihan pada fasilitas pemrosesan ikan adalah Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh industry perikanan yaitu sanitasi dan higienitas. Pengolahan ikan dalam kaleng di PT. XYZ terdiri dari 19 alur proses yaitu menerima bahan baku, menyimpan ikan sementara, memotong, mencuci di mesin rotary, pencucian ikan dan pengisian ikan ke dalam kaleng, pemasakan awal, penirisan, pemasakan media, pengisian media, penutupan kaleng, pencucian kaleng pada can washer, mencuci kaleng di holding tanks, sterilisasi dan pendinginan, pengelapan, pengkodean, inkubasi, pengemasan, penyimpanan dan pengiriman yang telah sesuai dengan SNI 8222:2022. PT. XYZ telah menerapkan 8 kunci prosedur SSOP dengan baik pada setiap tahap proses pengalengan ikan yaitu keamanan air dan es, sanitasi kondisi permukaan yang kontak langsung dengan produk, pencegahan kontaminasi silang, sanitasi tempat pencuci tangan, pencegahan dan pencemaran, penandaan bahan-bahan berbahaya, Kesehatan pekerja, pengendalian hama. Penerapan GMP dan SSOP yang telah ada sudah diterapkan dengan baik dan benar memenuhi standar pedoman persyaratan dan tata cara berproduksi yang baik pada alur proses pengalengan ikan lemuru (Sardinella longiceps).
The utilization of lemuru fish requires rapid processing to avoid spoilage. To prevent this, the lemuru fish is processed into canned fish. Canning is a method of preserving food products to extend their shelf life. Basic processing unit feasibility is a requirement for processing units in developing and implementing the Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) system. GMP and SSOP are two main components of basic feasibility requirements needed to implement HACCP. The purpose of implementing HACCP is to ensure that producers produce high-quality food products that meet consumer demand. Good Manufacturing Practice (GMP) is a guideline for food production processes designed to ensure that all processes are carried out correctly. The hygiene guideline for fish processing facilities is the Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). One of the requirements the fishing industry must meet is sanitation and hygiene. Fish processing in cans at PT. XYZ consists of 19 process flows, namely receiving raw materials, temporarily storing fish, cutting, washing in a rotary machine, washing fish and filling fish into cans, initial cooking, draining, cooking the medium, filling the medium, sealing the cans, washing the cans in a can washer, washing the cans in holding tanks, sterilization and cooling, wiping, coding, and incubation.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish articles in Jurnal Penelitian Chanos Chanos agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).