Pola Sebaran Suhu Permukaan Laut, Klorofil-A dan Arah Kecepatan Angin Berdasarkan Perbedaan Musim di Perairan Pulau Bintan Bagian Timur

Auteurs

  • Risandi Dwirama Putra Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dahlia Mei Prista Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Abdul Rahman Ritonga Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Univesitas Maritim Raja Ali Haji
  • Rikoh Manogar Siringoringo Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Mario Putra Suhana Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dony Apdillah Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI :

https://doi.org/10.15578/jkn.v19i3.10340

Mots-clés :

Arah dan Kecepatan Angin, Bintan, Kloroifl-a, Pola Sebaran, Suhu Permukaan Laut

Résumé

Karakteristik oseanografi pada perairan Pulau Bintan bagian timur dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya pergerakan angin muson serta sirkulasi massa air laut sehingga berdampak terhadap fluktuasi pola sebaran konsentrasi klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL). Kajian terkait pola sebaran SPL, klorofil-a dan Arah Kecepatan Angin didasarkan akibat adanya perbedaan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada Febuari dengan pengambilan data lapangan pada bulan Oktober 2020 serta pengambilan data citra Aqua MODIS rata-rata bulanan 2017-2019. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pola sebaran SPL di perairan Pulau Bintan mengalami fluktuasi berdasarkan perbedaan musim, peningkatan SPL terjadi pada musim musim timur berkisar 29,88-30,53°C dan penurunan nilai SPL terjadi pada musim utara berkisar antara 28,48-28,51°C. Pada musim selatan nilai SPL di Pulau Bintan kembali mengalami peningkatan dengan nilai SPL sebesar 29,65-29,95°C sedangkan pada musim barat nilai SPL berkisar antara 29,74-30,33°C. Pola sebaran klorofil-a di perairan Pulau Bintan juga mengalami fluktuasi berdasarkan perbedaan musim dimana nilai konsentrasi klorofil-a mengalami peningkatan di musim selatan berkisar 0,74-1,32 mg/m3 dibandingkan dengan musim sebelumnya yaitu pada musim barat dengan besar nilai klorofil-a berkisar antara 0,45- 0,52 mg/m3. Nilai klorofil-a meningkat kembali pada musim utara berkisar antara 0,60 – 0,78 mg/m3, sedangkan untuk Musim timur konsentrasi klorofil-a berkisar 0,67-0,98 mg/m3. Pergerakan pola arah dan kecepatan angin di perairan Pulau Bintan didominasi oleh pergerakan angin muson, dimana kecepatan angin tertinggi terjadi pada musim utara.

Références

Astrijaya, S., Andi, A., & Mohammad, R. R. (2015). Akurasi Nilai Konsentrasi Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Perairan Pulau Alanggantang Taman Nasional Sembilang. Maspari Journal, 7(2), 25-32.

Bukhari, A. W., & Kurniawan. (2017). Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Tenggiri Berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di Peraira Bangka. Jurnal Sumberdaya Perairan, 11(1), 26-47.

Damar, A. F., Colijn, K. J., Hesse., & Wardiatno, Y. (2012). The eutrophication states of Jakarta, Lampung, and Semangka Bays: nutrient and phytoplankton dynamics in Indonesian tropical waters. Jurnal of Tropical Biologyand Conservation, 9(1), 61-81.

Demena, Y. E., Miswar, E., & Musman, M. (2017). Penentuan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Menggunakan Citra Satelit di Perairan Jayapura Selatan Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1), 194-199.

Fadika, U., Rifai, A., & Rochaddi. B. (2014). Arah dan Kecepatan Angin Musiman Serta Kaitanya dengan Sebaran Suhu Permukaaan Laut di Selatan Pangandaran Jawa Barat. Jurnal Oseanografi, 3(3), 429-437.

Feng, J. F., & Zhu, L. (2012). Changing Trends and Relationship Between Global Ocean Clorophyl and Sea Surface Temperature. Journal Procedia Environmental Sciences, 13, 626-631.

Gaol, J. L. (2003). Kajian Kareteristik Oseanografi Samudera Hindia Bagian Timur dari Citra Satelit dan Hubungannya dengan Hasil Tangkapan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus). disertasi. Bogor: Sekolah Pascasarjana. Insitut Pertanian Bogor.

Haridhi., Haekal, A., Muhammad, N., Crispen R. W., & Syamsul R. (2016). Preliminary Study of the Sea Surface Temperature (SST) at Fishing ground Locations Based on the Net Deployment of Traditional Purse-Seine Boats in the Northern Waters of Aceh — A Community-Based Data Collection Approach. Regional Studies in Marine Science Journal, Elsevier.

Hestiningsih., Prasetyo, Y., Sasmito, B., & Wirasatriya, A. (2017). Identifikasi Kawasan Upwelling Berdasarkan Variabilitas Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut Dari Data Citra Aqua Modis Tahun 2003-2015 dan Arus Studi Kasus Perairan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 189-198.

Holiludin. (2009). Variabilitas Suhu dan Salinitas di Perairan Barat Sumatera dan Hubungannya dengan Angin Muson dan IODM (Indian Ocean Dipolemode). Skripsi. IPB. Bogor.

Hutabarat, S., & Evans S.M.. (2006). Pengantar Oseanografi. UI Press. Jakarta

Koropitan, A. F., Ikeda, M.., A. Damar, Y., & Yamanaka. (2009). Influences of Physiccal Processes on the Ecosystem of Jakarta Bay: a Coupled Physical Ecosystem Model Experiment. ICES Journal Marine Science, 66(2), 336-348.

Koropitan, A.F & M. Ikeda. (2016). Influences of Physical Processes and Anthropogenic Influx on Biogeochemical Cycle in The Java Sea: Numerical Model Experiment. Procedia Environmental Sciences Journal. Sciencedirect, 33, 532-552.

Kurniawati, F., Sanjoto, T. B., & Juhadi. (2015). Pendugaan Zona Potensi Penangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Laut Jawa Pada Musim Barat dan Musim Timur dengan Menggunakan Citra Aqua Modis. Jurnal Geo Image, 4(2), 9-19.

Kuswanto, T. D., Syamsuddin, M. L., & Sunarto. (2017). Hubungan Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tongkol di Teluk Lampung. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 8(2), 90-102.

Lubis, M.Z., Anurogo, W., Kausarian, H., Surya, G & Choanji, T. 2017. Sea Surface Temperature and Wind Velocity in Batam Waters Its Relation To Indian Ocean Dipole (IOD). Journal of Geoscience, Enginering, Environment and Technology, 2(4), 255-263.

Mahagnyana., Limaran. G. D., & Fadlan, A. (2017). Pengaruh Monsuun Terhadap Kesuburan Perairan Utara Jawa dengan Menggunakan Satelit Aqua Modis. Unnes Physics Journal, 6(1), 37-40.

Mohanty, P. C., Mahendra R. S., Nayak R. K., Kumar, Nimit., Kumar, T. S., & Dwivedi, R. M. (2017). Persistence of Productive Surface Thermal Fronts in the Northeast Arabian Sea. Regional Studies in Marine Science Journal, 16(November 2017), 216-224.

Munthe, M. G., Jaya, Y. V., & Putra, R. D. (2018). Pemetaan Zona Potensi Penanngkapan Ikan berdasarkan Citra Satelit Aqua/Terra Modis di Perairan Selatan Pulau Jawa. Jurnal Dinamika Maritim, 7(1), 39-42.

Parsons, R, T., Takeshi, M., & Hargrave, B. (2013). Biological Oceanography Process. Elsevier.

Purwanti, I., Prasetyo. Y., & Wijaya. A. P. (2017). Analisis Pola Persebaran Klorofil-a, Suhu Permukaan Laur Dan Arah Angin Untuk Identifikasi Kawasan Upwelling Secara Temporal Tahun 2003-2016 (Studi Kasus Laut Halmahera). Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 506-516.

Prawirowardoyo S. (1996). Meteorologi. Institut Teknologi Bandung. Bandung

Putra, R. D., Yunianti, A. H., Prayetno, E., Suhana, M. P., Nusyirwan, D., Nugraha, S., Ritonga, A. R., Kusuma, H. A., & Setyono, D. E. (2021). The spatial distribution of potential fishing grounds in Riau Archipelago, identified with MODIS-AQUA, based on monsoon seasons differences. AACL Bioflux, 14(3), 1383-1395.

Simbolon, D., Silvia., & Wahyunigrum, P. I. (2013). Pendugaan Thermal Front dan Upwelling Sebagai Indikator Daerah Potensial Penangkapan Ikan di Perairan Mentawai. Jurnal Marine Fisheries, 4(1), 85-95.

Siregar, V., & Koropitan, A. F. (2013). Primary Productivity of Jakarta Bay in a Changing Environment: Anthropogenic and Climate Change Impacts. Biotropia Journal, 20(2), 89-103.

Stewart, R. H. (2008). Introduction To Physical Oceanography. Texas: Department of Oceanography Texas A & M University.

Suhana, M. P., Nurjaya, I. W., & Natih, N. M. N. (2016). Analisis Keretanan Pantai Timur Pulau Bintan Menggunakan Digital Shoreline Analysis Coastal Vulnerability Index. Jurnal teknologi Perikanan dan Kelautan, 7(1), 21-38.

Suhana, M. P., Nurjaya, I. W & Natih, N. M. N. (2016). Karakteristik Gelombang Laut Pantai Timur Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2005-2014. Dinamiika Maritim, 6(2), 16-29.

Surya, G., Khoirunnisa, H., Lubis, M. Z., Anurogo, W., Hanafi, A., Rizky, F., & Mandala, G. F. T. (2017). Karakteristik Suhu Permukaan Laut Dan Kecepatan Angin Di Perairan Batam Hubungannya dengan Indian Ocean Dipole. Dinamika Maritim, 6(1), 1-6.

Syafik, A., Kunarso., & Hariadi. (2013). Pengaruh Sebaran dan Gesekan Angin Terhadap Sebaran Suhu Permukaan Laut di Samudera Hindia (Wilayah Pengelolaaan Perikanan Republik Indonesia 573). Jurnal Oseanografi, 2(3), 318-328.

Tangke, U. (2014). Pendekatan Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Berdasarkan Pendekatan Suhu Permukaan Laut dan Klorfil-a di Laut Maluku. Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (AgrikanUMMU-Ternate), 7(1), 74-81.

Wyrtki. (1961). Physical Oceaography of South East Asia Waters. Naga Report. Vol 2. Scripps Institution of Oceanography La Jolla California. California: The University of California.

Téléchargements

Publiée

2025-03-04

Numéro

Rubrique

Articles