Kondisi Terumbu Karang di Kawasan Konservasi Perairan Morowali
DOI :
https://doi.org/10.15578/jkn.v17i3.10950Mots-clés :
Morowali, perairan, konservasi, terumbu karang, ikan karangRésumé
Kawasan konservasi perairan pesisir Morowali merupakan kawasan konservasi yang memiliki hamparan terumbu karang yang begitu luas. Kawasan konservasi dapat berjalan secara optimal apabila dikelola yang efektif berdasarkan pemantauan kondisi ekosistem pesisir dan laut yang dilakukan secara berkala. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga potensi sumberdaya di kawasan konservasi adalah dengan penyediaan informasi awal mengenai kondisi biofisik terumbu karang di dalamnya termasuk ikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan data awal mengenai ekosistem terumbu karang; ikan; luasan area tutupan terumbu karang; serta mengetahui indeks keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman karang di Perairan Morowali. Metode survei pada penilaian kondisi dan komposisi tutupan terumbu karang menggunakan metode (Underwater Photo Transect = UPT). Pengambilan data ikan dilakukan dengan (Fish Visual Cencus). Pengamatan ikan dilakukan dengan transek pengamatan seluas 5 x 25 meter persegi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa persentase karang hidup di Kawasan Konservasi perairan Morowali adalah 23,27% berarti terumbu karang berada dalam kategori rusak. Terumbu karang di kawasan konservasi perairan Morowali memiliki 36 genus dari 15 Famili yang didominasi oleh karang dari Genus Porites (278 individu), Fungia (132 individu), Montipora (108 individu) dan Acropora (94 individu). Hasil pemantauan ikan karang menunjukkan 56 jenis ikan karang berasal dari 18 famili dan 38 genus dengan kelimpahan individu 1.032 individu/m2. Tingginya kerusakan terumbu karang akibat aktivitas manusia dapat diminimalisir melalui pengawasan (monitoring dan surveilance) yang ketat.Références
Anjani, B. (2014). Kajian manfaat pengelolaan kawasan konservasi perairan bagi perikanan berkelanjutan (studi kasus perairan laut berau, Kalimantan timur) (Doctoral dissertation, Tesis). IPB.
Burke, L., Spalding, M., Reytar, K., & Perry, A. (2012). Menengok kembali terumbu karang yang terancam di Segitiga Terumbu Karang. Suroso, W.(penterjemah). World Resources Institute. Scientific Report. Amerika Serikat. 66p.
Cros, A., Ahamad Fatan, N., White, A., Teoh, S. J., Tan, S., Handayani, C., ... & Beare, D. (2014). The Coral Triangle Atlas: an integrated online spatial database system for improving coral reef management. PloS one, 9(6), e96332. DOI:10.1371/journal.pone.0096332
Dahlan, A. (2017). Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Sulawesi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana, Universitas Hasanudin, Makasar.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, (2019). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 52 Tahun 2019 Tentang Kawasan Konservasi Morowali, Morowali Utara, dan Perairan Sekitarnya Di Provinsi Sulteng. Di akses 9 Maret 2022, dari https://kkp.go.id/djprl/artikel/15982-keputusan-menteri-kelautan-dan-perikanan-nomor-52-tahun-2019-tentang-kawasan-konservasi-morowali-morowali-utara-dan-perairan-sekitarnya-di-provinsi-sulteng.
Failler, P., Pètre, É., Binet, T., & Maréchal, J. P. (2015). Valuation of marine and coastal ecosystem services as a tool for conservation: The case of Martinique in the Caribbean. Ecosystem services, 11, 67-75.
Febrianti, M. I., Purwanti, F., & Hartoko, A. (2018). Analisis Keterpaparan Ekosistem Terumbu Karang Akibat Aktivitas Pariwisata di Pulau Menjangan Taman Nasional Bali Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1), 15-24.
Giyanto, Iskandar, B. H., Soedharma, D., & Suharsono. (2010). Efisiensi dan Akurasi Pada Proses analisis foto bawah air untuk penilaian kondisi terumbu karang. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 36(1), 111-130.
Giyanto, (2012a). Kajian Tentang panjang Transek dan Jarak Antar Pemotretan pada Penggunaan Metode transek foto bawah air. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 38(1), 1-18.
Giyanto. (2012b). Penilaian Kondisi Terumbu Karang Dengan Matode Transek Foto Bawah Air. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 38(3), 377-390.
Gomez, E. D., & Yap, H. T. (1988). Monitoring reef condition. Coral reef management handbook UNESCO regional office for science and technology for southeast Asia (ROSTSEA), Jakarta, 171-178.
Kohler, K. E., & Gill, S. M. (2006). Coral Point Count with Excel extensions (CPCe): A Visual Basic program for the determination of coral and substrate coverage using random point count methodology. Computers & geosciences, 32(9), 1259-1269.
Manuputty, A. E. W., & Djuwariah. (2009). Method Guide: Point Intercept transect (PIT) for Community, Baseline Study and Coral Health Monitoring at Marine No Take Zone Area (DPL). Coral Reef Rehabilitation and Management Program, Indonesian Institute of Sciences. Jakarta, Indonesia.
McGilliard, C. R., Hilborn, R., MacCall, A., Punt, A. E., & Field, J. C. (2011). Can information from marine protected areas be used to inform control-rule-based management of small-scale, data-poor stocks?. ICES Journal of Marine Science, 68(1), 201-211.
Odum, E. P., & Barrett, G. W. (1971). Fundamentals of ecology (Vol. 3, p. 5). Philadelphia: Saunders.
Riegl, B., Bruckner, A., Coles, S. L., Renaud, P., & Dodge, R. E. (2009). Coral reefs: threats and conservation in an era of global change. Annals of the New York Academy of Sciences, 1162(1), 136-186.
Rizal, A., Siagian, H., & Farahdita, W. (2022). Sebaran dan Kondisi Terumbu Karang di Kepulauan Kangean. Jurnal Kelautan Nasional, 16(3), 237-248. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v16i3.9890
Salanggon, A. M. & Finarti. (2016). Struktur populasi rekrut karang hermatifik pada metode fish home di Teluk Palu. Kauderni: Journal of Fisheries, Marine and Aquatic Science, 1(1), 33-38.
Salanggon, A. M., Aswani, S., Hasanuddin, A., Hermawan, R., Riyadi, P. H., Dewanto, D. K., & Tanod, W. A. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Karang Lunak Sinularia sp.. dengan Metode Broth-Dilution. Jurnal Kelautan Nasional, 15(3), 153-164. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v15i3.9057
Suraji, Rasyid, N., Kenyo, S.A., Jannah, R.A., Wulandari, R.D., Saefudin, M., Ashari, M., Widiastutik, R., Kuhaja T., Juliyanto, E., Afandi, A.Y., Wiyono, B., Syafrie, H., Handayani, N.S., (2015). Profil Kawasan Konservasi Provinsi Sulawesi Tengah.Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan.
.
Téléchargements
Publiée
Numéro
Rubrique
Licence
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
