Optimasi Penggunaan Waktu Pembersihan untuk Suksesi Transplantasi Karang Acropora Millepora di Perairan Malang Rapat, Bintan

Auteurs

  • Bukhari Bukhari Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Risandi Dwirama Putra Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dedy Kurniawan Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI :

https://doi.org/10.15578/jkn.v16i2.8689

Mots-clés :

Transplantasi karang, Acropora millepora, pertumbuhan karang

Résumé

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup dan mengetahui pengaruh frekuensi waktu pembersihan terhadap keberhasilan transplantasi karang keras (Acropora millepora) di Perairan Malang Rapat, Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan metode transplantasi menggunakan modul terbuat dari semen berbentuk balok. Transplantasi karang dilakukan dengan empat perlakuan, perlakuan A (fragmen dibersihkan setiap 1 minggu), perlakuan B (fragmen dibersihkan setiap 2 minggu), perlakuan C (fragmen dibersihkan setiap 3 minggu) dan perlakuan D (tidak ada pembersihan fragmen) dengan 5 kali pengulangan setiap perlakuan. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama 12 minggu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak pada perlakuan A sebesar 14,94 ± 4,98 mm, perlakuan B sebesar 18,16 ± 5,93 mm, perlakuan C sebesar 12,30 ± 3,78 mm dan perlakuan D sebesar 12,22 ± 4,34 mm. Laju pertumbuhan fragmen karang pada perlakuan A sebesar 1,24 ± 0,41 mm/minggu, perlakuan B sebesar 1,51 ± 0,49 mm/minggu, perlakuan C sebesar 1,02 ± 0,31 mm/minggu, dan laju perlakuan D sebesar 1,01 ± 0,36 mm/minggu. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang Acropora millepora pada perlakuan A dan B sebesar 100% (tidak mengalami kematian), sedangkan perlakuan C dan D sebesar 83,08% (mengalami kematian). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata antara pertumbuhan karang Acropora millepora berdasarkan perbedaan waktu pembersihan. Perlakuan B (pembersihan fragmen setiap 2 minggu sekali) merupakan perlakuan dengan pertumbuhan optimum.

Bibliographies de l'auteur

Bukhari Bukhari, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Program Studi Ilmu Kelautan Faklutas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Risandi Dwirama Putra, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Program Studi Ilmu Kelautan Faklutas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Dedy Kurniawan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Faklutas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Références

Haris, A., Andy Omar, S. B., & Kurniawan, D. (2011). Studi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang Goniopora stokesii (Blainville, 1830) menggunakan teknologi biorock. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan “Bringing the Better Science for Better Fisheries and the Better Futureâ€, 11-19. Pekanbaru: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

Subhan, B., Madduppa, H., Arafat, D., & Soedharma, D. (2014). Bisakah transplantasi karang perbaiki ekosistem terumbu karang. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 1(3), 159-164.

Kurniawan, D., Jompa, J., & Haris, A. (2017). Pertumbuhan tahunan karang Goniopora stokesi di Perairan Kota Makassar hubungannya dengan faktor cuaca. Jurnal Akuatiklestari, 1(1), 7-14.

Edwards, A. J. & Gomez, E. D. (2008). Konsep dan panduan restorasi terumbu: membuat pilihan bijak di antara ketidakpastian. Terj. dari Reef Restoration Concepts and Guidelines: making sensible management choices in the face of uncertainty. Oleh: Yusri, S., Estradivari, N. S. Wijoyo, & Idris. Yayasan TERANGI, Jakarta: iv + 38 hlm.

Putra, R. D., Suryanti, A., Kurniawan, D., Pratomo, A., Irawan, H., Raja, T. S., Kurniawan, R., Pratama, G.,& Jumsu, J. (2018). Responses of herbivorous fishes on coral reef cover in Outer Island Indonesia (Study Case: Natuna Island). Prosiding SCiFiMaS. E3S Web of Conferences, 47, 04009. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

Dean, A., & Kleine, D. (2011). Terumbu karang dan perubahan iklim. Brisbane, Australia: University of Queensland.

Irawan. H., Yude. R., Suhana. M.P., Suryanti. A., Kurniawan. D., Zahra. A., Putra, R., Razai, T., Yunianto, A., Syakti, A. (2019). Assembled concrete reefs as a stand for coral transplantation on the seabed. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 348(1). 012046. DOI:10.1088/1755-1315/348/1/012046

Lubis, S.B., Suraji, Mudatstsir, Sari, R.P., Miasto, Y., Prabowo, et al. (2016). Pedoman Rehabilitasi bambu laut (Isis hippuris) dengan metode transplantasi. Jakarta: Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lampiran VIII. Baku Mutu Air Laut.

Nurman, F. H., Sadarun, B., & Palupi, R. D. (2017). Survival rate of coral Acropora formosa as transplantation results in Sawapudo Waters Soropia District. Sapa Laut, 2(4), 119-125.

Tioho, H., Paruntu, C. P., & Patrich, H. (2013). Ketahanan hidup dan laju pertumbuhan karang Scleractinia yang di transplantasi pada rataan terumbu Perairan Kalasei, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Aquatic Science and Management, 1(2), 111-116.

Johan, O., Sugama, K., & Insan, I. (2007). Propagasi karang di Indonesia. Jakarta: Pusat Riset Perikanan Budidaya.

Kurniawan, D., Febrianto, F., & Hasnarika. (2019). Kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Jurnal Pengelolaan Perairan, 2(2), 13-26.

Rauf, K. P., Supriyono., & Purnomo P. W. (2015). Abundance of zooxanthellae in Acropora sp. based on depth and difference of shading in Pari Island, Seribu Islands Jakarta. Diponegoro Journal of Maquares, 4(1), 46-54.

Prasetyo, A. B. T., Yuliadi, L. P., Astuty, S., & Prihadi, D. J. (2018). Keterkaitan tipe substrat dan laju sedimentasi dengan kondisi tutupan terumbu karang di Perairan Pulau Panggang, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(2), 1-7.

Wijaya, C. K., Komala, R., & Giyanto. (2017). Condition, diversity, and growth forms of coral in Kayu Angin Genteng Island, Seribu Islands. Bioma, 13(2), 108-110.

Endo, S., Prasetyo, R., Nishihira, M., & Onaka, S. (2006). Experimental coral transplantation in the moat of Kuta beach, Bali Island, Indonesia. PROCEEDINGS OF COASTAL ENGINEERING JSCE, Ocean Exposition Commemorative Park, Management Foundation and Meio University. 55. DOI:10.2208/proce1989.55.1121

Arifin, Z., & Luthfi, O. M. (2016). Studi pertumbuhan dan survival rate pada transplantasi karang Acropora sp. di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI, 5, 556-561. Malang: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.

Prameliasari, T. A., Munasik., & Wijayanti, D. P. (2012). Pengaruh perbedaan ukuran fragmen dan metode transplantasi terhadap pertumbuhan karang Pocillopora damicornis di Teluk Awur, Jepara. Journal Of Marine Research, 1(1), 159-168.

Anggara, S. P., Tanjung, A., & Eizal. (2017). Kondisi Terumbu Karang di Sekitar Perairan Banyan Tree Bintan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Repository UNRI.

Téléchargements

Publiée

2021-09-06

Numéro

Rubrique

Articles