Ekowisata Terintegrasi Situs Kapal Tenggelam di Tidore Kepulauan, Maluku Utara
DOI:
https://doi.org/10.15578/jkn.v16i3.10189Kata Kunci:
Arkeologi Maritim, Situs Kapal Tenggelam, BMKT, Ekowisata Terintegrasi, TidoreAbstrak
Kota Tidore Kepulauan mempunyai sejarah penting dibuktikan dengan adanya peninggalan historis dan arkeologis di darat maupun di bawah air. Ekowisata terintegrasi situs kapal tenggelam dapat dikembangkan dengan konsep wisata sejarah maritim dan arkelogi bawah air yang bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan perairan, memperhatikan keutuhan budaya setempat, dan memberi manfaat secara ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keberadaan situs kapal tenggelam beserta Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang dikandungnya, inventarisasi tempat bersejarah di Tidore, serta menilai kesesuaian lingkungan perairan untuk pengembangan ekowisata terintegrasi situs kapal tenggelam di Tidore. Survei arkeologi maritim dilakukan melalui penyelaman SCUBA untuk observasi situs dan mencari BMKT, pemetaan batimetri, dan observasi biota laut. Analisis artefaktual dilakukan untuk mengetahui jenis, umur, tempat asal artefak, dan konteks sejarah maritim. Analisis spasial untuk melihat posisi keletakan situs bawah air di antara tempat bersejarah dilakukan untuk pengembangan Heritage-Trail. Penilaian kualitas air disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Lampiran VIII. Berdasarkan hasil survei, ditemukan 2 (dua) situs bawah air yaitu Soasio di kedalaman 10-20m dan Tongowai di kedalaman 38-42m dengan temuan artefak keramik China masa Dinasti Ming abad 16 Masehi, guci gerabah yang diduga produksi Singburi, Thailand, dan meriam Portugis produksi Macao. Nilai parameter kualitas perairan situs sesuai dengan standar baku mutu perairan untuk wisata bahari dan biota laut. Temuan situs dan BMKT di Soasio dan Tongowai memperkuat bukti pentingnya Tidore di Jalur Rempah dan Sutra Laut dan dapat dimanfaatkan untuk ekowisata sejarah situs kapal tenggelam yang terintegrasi dengan lingkungan perairannya dan juga dengan destinasi wisata sejarah lainnya di Tidore Kepulauan.Referensi
Adhityatama, S. (2012). Pemodelan Jalur Aktivitas Penyelaman di Situs USAT Liberty, Tulamben, Bali. Skripsi. Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya:Universitas Gadjah Mada.
Adhiyatman., & Sumarah. (2000). Keramik Cina Zhangzau (Swatow) Abad 16-17 Yang Ditemukan Di Indonesia. Dalam Proceeding International Symposium for Japanese Ceramics of Archaeological Site In South-East Asia: The Maritime Relationship 0n 17th Century. Jakarta: Pusat Arkeologi dan Japan Foundation. Halaman 53-68.
Akbar, N., Ismail, F., & Paembonan, R. E. (2018). Struktur Komunitas Ikan Karang di Perairan Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Provinsi Maluku Utara. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 1(1), 1-14.
Ardiwidjaja, R. (2017). Pelestarian Tinggalan Budaya Bawah Air: Pemanfaatan Kapal Karam sebagai Daya Tarik Wisata Selam. Amerta, 35(2), 133-148.
Ariadi, A. P., Prayitno, B., & Wihardyanto, D. (2018). Analisis Produk Wisata Situs-Situs Bawah Air Sebagai Salah Satu Wisata Minat Khusus di Taman Nasional Karimunjawa. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 5(1), 45. DOI:10.26418/lantang.v5i1.25445
Armita, D. (2011). Analisis Perbandingan Kualitas Air di Daerah Budidaya Rumput Laut dengan Daerah Tidak Ada Budidaya Rumput Laut, Dusun Malelaya, Kabupaten Takalar. Skripsi. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Jurusan Perikanan. Universitas Hasanuddin Makasar.
Bataviani, R. (2012). “Kegiatan Kemaritiman dan Perdagangan Ternate dan Tidore 1512-1652â€. Diakses pada 29 Juni 2018. Dari http://www.academia.edu/27298290/Kegiatan_Kemaritiman_dan_Perdagangan_Ternate_dan_Tidore_1512_-_1652.
Folasimo, D. H., Warouw, F., & Takumansang, E. D. (2017). Amfiteater dan Konser Hal di Pulau Tidore. Disertasi. Universitas Sam Ratulangi.
Gamtohe, F., Poli, H., & Rengkung, M. M. (2019). Analisis Kebutuhan Prasarana dan Sarana dalam Pengembangan Kawasan Wisata Bahari di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. Spasial, 6(3), 581-590.
Megawati, C., Yusuf, M., & Maslukah, L. (2014). Sebaran Kualitas Perairan Ditinjau dari Zat Hara, Oksigen Terlarut dan pH di Perairan Selat Bali Bagian Selatan. Journal of Oceanography, 3(2), 142-150.
Nontji, A. (2018). “Pengelilingan Dunia yang Pertama: Magellan Atau Panglima Awang?â€. Diakses pada 29 Juni 2018. http://oseanografi.lipi.go.id/datakolom/45%20Magellan.pdf
Orton, C. R. (1980). Mathematics in Archaeology. Cambridge: The University Press.
Prasetyo, K. A., Prakoso, L. Y., & Sianturi, D. (2021). Strategi Pertahanan Laut Pemerintah Indonesia dalam Menjaga Keamanan Maritim. Strategi Pertahanan Laut, 5(1), 31-50.
Purnawibowo, S., & Hendrawan, M. F. (2019). “Guci dan Tempayan Koleksi Museum Linggam Cahya Dalam Konteks Produksi Gambir dan Perdagangan Maritimâ€. Dalam Buku Budaya Maritim Nusantara Dalam Perspektif Arkeologi. Editor Lucas P. Koestoro. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Balai Arkeologi Sumatera Utara. Halaman 108 – 120.
Purnawibowo, S., & Restiyadi, A. (2019). Laporan Penelitian Identifikasi Koleksi Keramologika Museum Linggam Cahya, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara. Tidak dipublikasikan.
Rangkuti, N., Pojoh, I., Harkantiningsih, R. (2008). Buku Panduan Analisis Keramik. Jakarta: Pusat Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
Rizaldy, M. F. G, Suryawan, I. B. (2019). Studi Daya Dukung Fisik Wisata Bahari USAT Liberty Wreck di Desa Tulamben Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 163-167.
Ross, S., & Wall, G. (1999). Ecotourism: towards congruence between theory and practice, Tourism Management, 20(1), 123-132.
Sosmiarti, S., & Fahlefi, U. A. (2019). Kearifan Lokal Masyarakat Soasio melalui Program Paket Wisata dan Rumah Budaya sebagai Pusat Kesultanan Tidore. Buletin Ilmiah Nagari Membangun, 2(2), 94-108.
Wisha, U. J., & Heriati, A. (2016). Analisis Julat Pasang Surut (Tidal Range) dan Pengaruhnya Terhadap Sebaran Total Sedimen Tersuspensi (TSS) di Perairan Teluk Pare. Jurnal Kelautan. 9(1), 23-31.
Wisha, U. J., Gemilang, W. A., Rahmawan, G. A., & Kusumah, G. (2017). Pola Sebaran Sedimen Dasar Berdasarkan Karakteristik Morfologi dan Hidro-Oseanografi Menggunakan Model Interpolasi dan Simulasi Numerik di Perairan Utara Pulau Simeuluecut. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 10(1), 29-40.
Wulandary, S. Y., Yusuf, M., & Muslim. (2014). Kajian Konsentrasi dan Sebaran Parameter Kualitas Air di Perairan Pantai Genuk, Semarang. Bull. Ose. Mar. 3(1), 9-19.
Yusmaini, E. (2012-2013). Panduan Pengenalan Keramik. Modul khusus pembelajaran keramik. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional. Tidak diterbitkan.
Zulfari, M. Hasbiansyah. (2015). Kapal Karam USAT Liberty Bali: Pilot Projek Underwater Museum di Indonesia. Yogyakarta: Progam Kreativitas Mahasiswa
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
