PENGEMBANGAN GALANGAN DAUR-ULANG KAPAL RAMAH LINGKUNGAN DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE ANP: STUDI KASUS GALANGAN DAUR-ULANG KAPAL DI KAMAL, MADURA
DOI:
https://doi.org/10.15578/jkn.v12i1.6196Kata Kunci:
Analytic Network Process (ANP), analisis ekonomi, analisis teknis, galangan daur-ulang kapal, ramah lingkunganAbstrak
Daur-ulang kapal (ship recycling) pada saat ini dianggap sebagai solusi terbaik untuk kapal usang. Material dibongkar melalui proses daurulang menjadi produk baru dan dapat masuk kembali dalam rantai pasok pasar. Industri ship- recycling yard harus merumuskan metode pengedokan, pengupasan,pemotongan, dan penanganan material (material handling) terbaik dengan memadukan kegiatan rekayasa untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Galangan daur-ulang kapal dikembangkan menjadi green ship-recycling yard dengan menambahkan fasilitas, update teknologi dan proses daur ulang yang ramah lingkungan sesuai dengan aturan yang berlaku, baik nasional maupun internasional. Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan dalam pengambilan keputusan. Hasil analisis ANP untuk galangan daur-ulang kapal di Kamal, Madura, merekomendasikan dengan nilai tertinggi: (i) metode slipway (0.284) untuk pengedokan, (ii) metode dry ice blasting (0.360) untuk pengupasan, (iii) metode oxy acetylene (0.348) untuk pemotongan, dan (iv) metode mobile crane crawler (0.487) untuk penanganan material. Hasil analisis ekonomis (kelayakan usaha) menunjukkan bahwagreen ship-recycling yard di Kamal, Madura sebagai usaha daur-ulang kapal layak untuk dikembangkan.
Referensi
Amalia, N. (2016). Analisis Teknis dan Ekonomis Pengembangan Industri Daur ulang Kapal Berwawasan Lingkungan (Ship Recycling Yard) di Pulau Madura. Surabaya.Skripsi. Fakultas Teknologi Kelautan: ITS.
Ascarya, 2007. Akad & produk Bank Syariah. PT Raja Grafindo, Jakarta.
Dharma, Budi. (2011), Perencanaan Konstruksi Beton Slipway - 150 LWT, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang, Vo.16 No.2 Hal.68-74.
Eckhard, M. (2009). Ship Demolition Report And Market Analysis, Ballindamm, Hamburg.
Fariya, S. (2016). Analisis Teknis Pengembangan Green Ship Recycling Yard di Indonesia. Tesis. Fakultas Teknologi Kelautan: ITS.
Gittinger, J.P. (1928). Economic Analysis Of Agriculture (2nd ed). (Slamet Sutomo & Komet Mangiri, Penerjemah).Jakarta: UI Press.
Google Earth. (2015), Pencitraan, Digital Globe, Indonesia.
Hasugian, S. (2010). Studi Pengembangan Hazardous Material Pada Proses Ship Recycling Sesuai IMO Guidelines Untuk Kapal Berbendera Indonesia. Tesis. Fakultas Teknologi Kelautan: ITS.
Ibrahim, M.Y. (2003). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Kasmir & Jakfar. (2004). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana.
Kristiyono, T.A., Basuki, M., dan Arifin, N.T. (2009). Studi Pengembangan Industri Dok dan Galangan Kapal di Daerah Paciran Lamongan, Teknik Perkapalan UHT, Surabaya.
Loupatty, Grace. (2013), Karakteristik Energi Gelombang Dan Arus Perairan di Provinsi Maluku, FMIPA UNPATTI, Ambon. Vol. 7 No. 1 Hal. 19 – 22.
Makbul, A. (2010). Studi Tekno Ekonomi Pengembangan Ship Recycling Yard di Indonesia. Tesis. Fakultas Teknologi Kelautan: ITS.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29. (2014). Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim. Menteri Perhubungan, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21. (2010). Perlindungan Lingkungan Martim. Presiden Republik Indonesia, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 74 (2001), Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Jakarta.
Rinawati, D.I,dan Handoko, M.I.T. (2015), Integrasi Metode Analytical Network Process (ANP) danTechnique For Others Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) dalamMenentukan Prioritas Supplier Bahan Bakuâ€, Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro, Semarang. Vol. X, No 1.
Saaty, T.L. (2008). Decision Making WithThe Analytic Hierarchy Process. Kobe, Int. J. Services Sciences, Vol. 1, No. 1, pp.83–98.
Themas, B. (2016), Salary Guide, Kelly Indonesia.
Umar, Husein. (2003). Studi Kelayakan Bisnis: Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif(Ed ke-2). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 17. (2008). Pelayaran. Presiden Republik Indonesia, Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
