KARAKTERISTIK PESISIR DAN PERAIRAN SEKITAR PULAU SIRANDAH UNTUK MENDUKUNG WISATA KEPULAUAN DI KOTA PADANG
DOI:
https://doi.org/10.15578/jkn.v12i3.6245Kata Kunci:
karakteristik pesisir, oseanografi, kualitas perairan, wisata kepulauan, Pulau Sirandah, Kota Padang.Abstrak
Pulau Sirandah saat ini mulai menjadi salah satu tujuan wisata kepulauan yang ramai dikunjungi di Kota Padang. Kajian pesisir dan perairan di pulau ini sangat diperlukan, tujuannya untuk mengetahui karakteristik sumber daya pesisir, parameter oseanografi, dan kondisi kualitas perairan di sekitar pulau, sehingga dapat berguna untuk mendukung wisata kepulauan di sekitar pulau tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cukup baik kondisi dari pesisir pantai dan kualitas perairan di sekitar Pulau Sirandah. Secara keseluruhan pulau ini di kelilingi oleh pantai beting, sedimen berpasir putih, tergolong landai (6,21 – 9,52°), dengan pesisir pantai yang luas (total 1,32 Ha) dan lebar (9,5 – 17,3 m), serta garis pantai sepanjang 1,45 km. Perairan sekitar Pulau Sirandah memiliki kedalaman laut mencapai 50 m (dekat pesisir pantai masih 0 – 10 m), tergolong perairan dangkal. Pasang surut yang terjadi tergolong pasang surut campuran condong ganda (nilai F= 0,3558), dan kondisi arus permukaan tergolong rendah, berkisar antara 6,47 - 17,40 cm/dt. Kualitas air laut sekitar pulau masih tergolong baik, nilai suhu (SST) berkisar 29,9 – 30,1°C, pH 8,96 – 9, DO 7,72 – 8,13 mg/lt, salinitas 29,9 – 30,1 ‰, dan kecerahan perairan 6,15 – 8,5 m (mencapai 100%). Kondisi karakteristik pesisir dan perairan di Pulau Sirandah sangat mendukung untuk wisata kepulauan, yaitu wisata pantai (rekreasi) sangat sesuai dengan nilai 81,12 %, wisata snorkeling cukup sesuai dengan nilai rata-rata 61,40 %, dan wisata selam cukup sesuai dengan rata-rata sebesar 62,96 %. Adapun daya dukung kawasan (DDK), untuk wisata pantai (rekreasi) sebanyak 58 orang, wisata snorkeling sebanyak 48 orang, serta wisata selam sebanyak 8 pasangan penyelam dalam sehari.
Referensi
ANTARA SUMBAR. 2015. Bappenas: Potensi Pariwisata Kepulauan Rp. 4000 Triliun. http://www.antarasumbar.com/berita/pariwisata/j/9/384138/bappenas-potensi-pariwisata-kepulauan-rp4-000-triliun.html. [30 Januari 2015].
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional [Bakosurtanal]. 2007. Prediksi Pasang Surut 2008. Bidang Medan Gayaberat dan Pasang Surut – Bakosurtanal. ISBN 978-979-26-6924-4. Cibinong
Budiman, Faisal. 2017. Pulau Sirandah Wisata Bahari Nan Eksotik di Padang. http://www.padang-today.com/pulau-sirandah-wisata-bahari-nan-eksotik-di-padang/ [Akses 9 Oktober 2017].
Disbudpar [Dinas Kebudayaan dan Pariwisata] Kota Padang. 2013. Profil Pariwisata Kota Padang.
ERG.inc. 1999. ERGTIDE: Software Pengolahan Data Pasang Surut dengan Metode Least Square.
Hartoko, Agus. 2013. Oseanographic Characteristers and Plankton Resources of Indonesia. Penerbit: Graha Ilmu. Cetakan pertama. Yogyakarta.
Johan, Yar., Fredinan Yulianda, Vincentius P Siregar, dan Ita Karlina. 2011. Pengembangan Wisata Bahari dalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Kesesuaian dan Daya Dukung – Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung. Seminar Nasional “Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Dari Aspek Perikanan Kelautan dan Perikananâ€. Institut Pertanian Bogor. Prosiding. 11 hlm.
KemenLH [Kementerian Lingkungan Hidup]. 2004. Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari dan Biota Laut, Jakarta.
Kordi, M.G.H.K. dan A. B. Tancung. 2007. Pengelolaan Kualitas Air dalam Budi Daya Perairan. Penerbit: Rineka Cipta. Cetakan pertama. Hal 58. Jakarta.
Matsumoto, K., T. Takanezawa., dan Masatsugu Ooe. 2000. Ocean Tide Models Developed by Assimilating TOPEX/POSEIDON Altimeter Data into Hydrodynamical Model: A Global Model and a Regional Model around Japan. Journal of Oceanography, Vol.56, pp.567-581.
Natural Resources Conservation Service Soils - United States Department of Agriculture. https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/ref/?cid=nrcs142p2_054253. [16 Februari 2017].
Pemkot [Pemerintahan Kota] Padang. 2009. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Padang 2009-2014.
Tanto, Try Al., Aprizon Putra., dan Semeidi Husrin. 2016. Potensi Wisata Bahari Pulau Karabak Ketek (Rona Lingkungan KKPD Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat). Cetakan pertama, Gaung Persada PRESS: Jakarta.
Tomczak, Matthias dan J. S. Godfrey. 2001. Regional Oceanography: An Introduction. Published online – pdf version.
United Nations Educational, Scientific and Culture Organization [UNESCO]. Sustainable Tourism Development in UNESCO Designated Sites in South – Eastern Europe. Ecological Tourism in Europe : Germany.
Yulianda, Fredinan. 2007. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Seminar Sain Departemen MSP, FPIK IPB. Bogor.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
