Analisa Pemilihan Material Geotekstil pada Karung Geotekstil Memanjang (Studi Kasus : Pantai Indramayu)
DOI:
https://doi.org/10.15578/jkn.v15i3.7710Kata Kunci:
Pemilihan material, Karung Geotekstil Memanjang, Pantai Indramayu, kerikil, pasirAbstrak
Karung Geotekstil Memanjang (KGM) adalah suatu bentuk aplikasi geotekstil, dengan geotekstil sebagai material kulit yang diisi dengan campuran air dan pasir dengan menggunakan pompa. Material pengisi KGM yang baik adalah menggunakan material yang dekat lokasi konstruksi. Akan lebih efektif untuk proses pengisian  dan lebih ekonomis biaya pembangunannya. Pengecekan kesesuaian material pengisi juga sangat penting untuk mencegah gagal dalam pelakasanaan konstruksi. Tujuan dalam tulisan ini adalah memberikan analitis sederhana dalam pengecekan kesesuaian jenis material pengisi terhadap jenis geotekstil yang akan digunakan dalam struktur KGM. Pengambilan sediman dilakukan di Pantai Dadap Baru, Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Lokasi ini merupakan lokasi rencana kegiatan Sabuk Pantai di Indramayu. Pengambilan sampel dilakukan di 3 (tiga) titik. Sampel yang diambil selanjutnya dilakukan pengujian analisa saringan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Wira Lodra di Indramayu. Hasil pengujian butiran ini untuk mengetahui kesesuaian material pengisi dengan material geotekstil yang akan digunakan dalam struktur KGM. Hasil uji sedimen adalah ukuran butiran sampel dengan rentang antara 2-0,075 mm. dengan gradasi seragam (uniform soil) dimana distribusi partikel-partikelnya memiliki ukuran yang relatif sama. Hasil dari analisa keseragaman butiran (Cu) di lokasi studi berkisar antara antara 1-3, dalam hal ini termasuk ke dalam kategori kerikil dan pasir. Analisa yang dilakukan dengan persamaan analitis sederhana menunjukkan, bahwa di lokasi pengambilan sampel (Indramayu) bisa dijadikan sumber untuk pengisian Karung Geotekstil Memanjang. Diameter butiran sedimen di lokasi pengambilan sampel lebih besar dibandingkan dengan diameter bukaan geotekstil.Referensi
Bezuijen, A., & Vastenburg, E. W. (2013). “Geosystems: design rules and applications.†CRC/Balkema: Leiden.
CUR, (2006). Civiltechnisch Centrum Uitvoering Research en Regelgeving: Ontwerpen met geotextile zandelementen, Rijkswaterstaat.
Das, B. M. (1994). Principles of Geotechnical Engineering, McGraw-Hill-third edition, New York.
DP4K (2017) , Laporan Perencanaan Pembuatan Sabuk Pantai Untuk Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat, Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Hardiyatmo, H. C. (1998). Mekanika Tanah 1, Gadjah Mada University Press.
http://www.geoforce-indonesia.com/ (2017), GeoTube - GI-TUBE, diakses tahun 2017, http://www.geoforce-indonesia.com/index.php?m=product&id=20
https://www.geosinindo.co.id/ (2017), Composit Geotextile, diakses tahun 2017, https://www.geosinindo.co.id/composite-geotextile
https://www.ptgsi.com/ (2017), Geotekstile Tube, diakses tahun 2017, http://ptgsi.com/tube
KKP, (2015). Petunjuk Teknis Sabuk Pantai. Direktorat Pesisir dan Lautan, Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2015
Oh, Y. I., & Shin. E. C. (2006). Using Submerged geotextile tubes in the protection of the Korean Shore, Elsevier. 53(11), 879-895.
Koerner, R. (2016). Geotextiles: From Design to Applications. Woodhead Publishing
Paotonan, C. (2012). Metode Sederhana Penentuan Dimensi Geotube sebagai Struktur Pelindung Pantai. Jurnal Riset dan Teknologi Kelautan, 10(2), 233 -242.
Pylarzyk, K. (2000). Geosyntetics and Geosystems in Hydraulic and Coastal Engineering, Tailor and Francis, pp 241-248
Suhendra, A. (2013). Aplikasi Produk Geosintetik Untuk Pekerjaan Reklamasi Pantai, ComTech. 4(2), 764-775.
Suhendra, A. (2012). Aplikasi Geotube sebagai konstruksi Alternatif Penanggulangan Erosi Akibat Gelombang Pasang Bono. ComTech, 3(1), 718-728.
SNI 03 – 1968 -1990. Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. Badan Standar Nasional Indonesia
Universitas Wiralodra (2017), Laporan analisa saringan Agregat Halus Laboratorium Teknik Sipil Universitas Wiralodra Fakultas Teknik.
Zengrink, Edwin, Koffler, Albert, ter Harmsel, & Mink, (2013), The Use of Encapsulated Sand Elements For Beach Protection, WODCON XX : The Art Dredging, Brussel Belgium, 2013 – Proceeding
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
