Rona Awal Lingkungan Perairan Muara Satui untuk Kesesuaian Area Pelabuhan (Studi Kasus Pengembangan Kawasan Pelabuhan)
DOI :
https://doi.org/10.15578/jkn.v16i2.9876Mots-clés :
Penilaian kesesuaian, pelabuhan, kualitas air, Muara SatuiRésumé
Rencana pengembangan suatu kawasan estuari untuk pelabuhan perlu memperhitungkan kondisi awal lingkungan karena daerah pelabuhan sangat rentan terhadap cemaran lingkungan akibat beragam aktivitas yang dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas lingkungan perairan Muara Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan kegiatan pelabuhan terpadu. Kualitas fisika, kimia dan biologi air hasil pengamatan dibandingkan dengan standar baku mutu air laut yang ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia. Selanjutnya, hasil pengamatan dianalisa lebih lanjut dengan Indeks Kualitas Air (IKA) untuk mengetahui gambaran umum kualitas perairan. Hasil analisa menunjukkan perairan muara Satui mempunyai kualitas perairan yang sangat bagus dengan parameter fisika (seperti salinitas 14 ppt, suhu 28°C), kimia (seperti DO 4,9 mg/l, dan BOD 5,41 mg/l), dan biologi (yaitu plankton dengan Indeks Dominansi Simpson 0,20-0,27) masih dalam kisaran standar baku mutu air laut untuk pelabuhan. Dari nilai IKA dengan kisaran 0,001 sampai 6,5 untuk berbagai parameter yang dianalisa, dapat disimpulkan bahwa perairan masih dalam kondisi yang sangat bagus. Hal tersebut mengindikasikan perairan tersebut layak untuk dijadikan kawasan pengembangan pelabuhan.Références
Brown, R. M., Mc-Clelland, N. I., Deininger, R. A., & O’Connor, M. F. (1972). A Water Quality Index - Crashing the Psychological Barrier. In: Thomas W.A. (eds) Indicators of Environmental Quality. Environmental Science Research, vol 1. Springer, Boston, MA. https://doi.org/10,1007/978-1-4684-2856-8_1
Burchard, H. & Baumert, H. (1998). The Formation of Estuarine Turbidity Maxima Due to Density Effects in the Salt Wedge. A Hydrodynamic Process Study. Journal of Physical Oceanography 28(2), 309-321.
Darbra, R. M., Ronza, A., Stojanovic, T., Wooldridge, C., & Casal, J. (2005). A Procedure for Identifying Significant Environmental Aspects in Sea Ports. Marine Pollution Bulletin, 50(8), 866-874.
Eljaiek-Urzola, M., Romero-Sierra, N., Segrera, L., Valdelamar, D., & Quiñones-Bolaños, E. (2019). Oil and Grease as a Water Quality Index Parameter for the Conservation of Marine Biota. Water 11(4):856. 10,3390/w11040856.
Ellenberg, H. (1991). Biological Monitoring Signal From The Environment. Fried Vieweg and Jhon Verlago Sellcsharff Brounchweig. Germany.
Ignasiak-Szulc, A., JuÅ¡Äius, V., & Bogatova, J. (2018). Economic Evaluation Model of Seaports’ Performance Outlining Competitive Advantages and Disadvantages. Engineering Economics. 29(5). 10,5755/j01.ee.29.5.21363.
Jay, D. A., & Musiak, J. D. (1994). Particle Trapping in Estuarine Tidal Flows. J. Geophys. Res., 99, 445–461
Jouanneau, S., Recoulesbc, L., Durand, M.J. Boukabacheb, A., Picot, V., Primault, Y. ., Lakel, A. Sengeline, M., Barillonf, B., & Thouanda, G. (2014). Methods for Assessing Biochemical Oxygen Demand (BOD): A review. Water research, 49, 62-82.
Li, H. M., Zhanga, C. S., Hana, X. R., & Shia, X. Y. (2014). Changes in concentrations of oxygen, dissolved nitrogen, phosphate, and silicate in the southern Yellow Sea, 1980–2012: Sources and seaward gradients. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 163(Part A), 44-55.
Marganingrum, D., & Noviardi, R. (2010). Pencemaran Air Dan Tanah Di Kawasan Pertambangan Batubara Di Pt. Berau Coal, Kalimantan Timur. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 20(1), 11-20.
Munthe, Y.V., & Isnaini, R. A. (2012). Struktur Komunitas Dan Sebaran Fitoplankton Di Perairan Sungsang Sumatera Selatan. Maspari Journal, 4(1), 122-130.
Nontji. (2007). Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan. 467 Hal.
Novotny V, H Olem. (1994). Water Quality: prevention, identification, and management of diffuse pollution. New York: van Nostrand Reinhold.
Nybakken, J. W. (1992). Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Odum, E. P. (1993). Dasar – Dasar Ekologi. Gramedia. Jakarta. 697 hlm
Perwira, I. Y., & Ulinuha, D. (2014). Phytoplankton Diversity as Ecological Indicator in Jimbaran Bay Waters. Journal of Environment, 1(1), 18-27.
Prandle, D. (2004). Salt intrusion in partially mixed estuaries. Est. Coast. Shelf Sci. 59, 385-397
Protasov, A., Barinova, S., Novoselova, T., & Sylaieva, A. (2019). The Aquatic Organisms Diversity, Community Structure, and Environmental Conditions. Diversity. 11(10), 190, 10,3390/d11100190
Sa’diyah, H., Afiati, N., & Purnomo, P. W. (2018). Kandungan Bahan Organik Sedimen dan Kadar H2S Air di Dalam dan di Luar Tegakan Mangrove Desa Bedono, Kabupaten Demak. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 7(1), 78-85.
Saeni. (1997). Penentuan Tingkat Pencemaran Logam Berat dengan Analisis Rambut. Orasi Ilmiah. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, Bogor
Seda, F. (2006). Sumber Daya Alam Dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Komparatif. Makara, Sosial Humaniora, 10(1), 33-48.
Åžener, S., Sener, E., & Davraz, Aysen. (2017). Evaluation of water quality using water quality index (WQI) method and GIS in Aksu River (SW-Turkey). Science of The Total Environment. 584-585, 131-144. 10,1016/j.scitotenv.2017.01.102.
Sivasubramanian, S., & Namasivayamb, S. K. R. (2015). Phenol degradation studies using microbial consortium isolated from environmental sources. Journal of Environmental Chemical Engineering, 3(1), 243–252.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Edisi Kedua. Alfabeta, Bandung.
Tyagi, S., Sharma, B., & Singh, P. (2013). Water Quality Assessment in Terms of Water Quality Index. American Journal of Water Resources. 1(3), 34-38. 10,12691/ajwr-1-3-3.
Wardhana, W. A. (2004). Dampak Pencemaran Lingkungan. edisi revisi. Penerbit ANDI. Yogyakarta
Wooldridge, C. F., McMullen, C., & Howe, V. (1999). Environmental Management of Ports and Harbours-Implementation of Policy through Scientific Monitoring. Marine Policy, 23(4-5), 413-425.
Téléchargements
Publiée
Numéro
Rubrique
Licence
The author sends articles to Jurnal Kelautan Nsional holding the copyright, managed openly provided that:
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike — If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
Jurnal Kelautan Nasional is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
