KARAKTERISTIK MORFOLOGI DUA SPESIES MAHSEER (CYPRINIDAE; TORINAE) ASAL JAWA TIMUR

Auteurs

  • Dyah Wahjuning Listyarini Program Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga
  • Laksmi Sulmartiwi Departmen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga
  • Veryl Hasan Departmen Akuakulture, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga
  • Sapto Andriyono Departmen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga

DOI :

https://doi.org/10.15578/jkpt.v5i2.11781

Mots-clés :

, Endemik, Mahseer, morfologi, DAS, keanekaragaman

Résumé

Mahseer (genus Tor dan Neolissochilus) adalah ikan dari famili Cyprinidae yang tersebar luas di Asia Selatan hingga Indonesia bagian barat. Saat ini keberadaan ikan tersebut di alam terancam akibat degradasi lingkungan, salah satunya di Jawa Timur, Indonesia. Berkurangnya jenis ikan tersebut mengakibatkan kepunahan spesies di masa yang akan datang dan terbatasnya peran spesies pada ekosistem karena kehilangan keragaman genetik. Keragaman genetik ini dapat diketahui dengan adanya karakteristik morfologi untuk mengetahui status genetik dari suatu ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis mahseer berdasarkan karakter morfologi di beberapa lokasi sungai di Jawa Timur. Sampel ikan mahseer diperoleh dari Kabupaten Pasuruan (DAS Banyubiru dan Umbulan), Kabupaten Tulungagung (DAS Song), dan Kabupaten Karanganyar (DAS Senatah). Identifikasi morfologi dilakukan berdasarkan panduan identifikasi. Karakteristik yang diamati adalah morfologi, meristik, dan fitur tambahan (matriks pola warna). Hasil kajian morfologi menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis mahseer di Jawa Timur, yaitu Tor tambra dan Tor tambroides.

Références

Ath-thar, M.H.F., Arifah, A., Dinar, T.S., & Anang, H.K. (2018). Keragaan Genotipe dan Fenotipe Ikan Uceng Nemacheilus fasciatus (Valenciennes, 1846) Asal Bogor, Temanggung, dan Blitar. Jurnal Riset Akuakultur, 13(1), 1-10.

Bhagawati, D., Abulias, M.N., & Amurwanto, A. (2013). Fauna ikan siluriformes dari Sungai Serayu, Banjaran, dan Tajum di Kabupaten Banyumas. Jurnal MIPA, 36(2), 112-122.

Desrita., Ahmad, M., Isten, S.T., & Jeny, A. (2018). Morfometrik dan Meristik Ikan Tor (Tor spp.) di DAS Wampu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Journal of Tropical Fisheries Management, 2(2), 68-74.

Haryono. (2006). Aspek Biologi Ikan Tambra (Tor tambroides Blkr.) yang Eksotik dan Langka sebagai Dasar Domestikasi. Biodiversitas, 7(2), 195-198.

Haryono, & Tjakrawidjaja, A.H. (2006). Morphological study for identification improvement of tambra fish (Tor spp.: Cyprinidae) from Indonesia. Biodiversitas, 7(1), 59-62.

Hasan, V. (2019). Sengkaring: Ikan Dewa dari Jawa Timur. Departemen Manajemen Kesehatan Ikan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya.

Jaafar, F., Na-Nakorn, U., Srisapoome, P., Amornsakun, T., Duong, T.Y, Gonzales-Plasus, M.M., Hoang, D.H., & Parhar, I.S. (2021). A Current Update on the Distribution, Morphological Features, and Genetic Identity of the Southeast Asian Mahseers, Tor Species. Biology, 10(286), 1-30.

Lelono, T.M.H. (2010). Mojopura Wetan, Desa Penyeberangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo pada Masa Majapahit?. Berkala Arkeologi Tahun XXX Edisi No.1, 72-80.

Mirna, D. & Arif, W. (2022). Tinjauan Karakteristik Sumber Daya dan Strategi Pengelolaan Ikan Semah Tor tambroides (Bleeker, 1852). Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1), 546-555.

Nupus, H., Maharani, R.W., Muhammad, R.P., & Muhammad, H.A. (2018). Analisis Morfometri DAS Sampean terhadap Nilai Kuantitatif Jaringan Sungai. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS IX, 210-213.

Rahayu, D.A. & Nugroho, E.D. (2014). Pendekatan fenetik taksonomi dalam identifikasi kekerabatan dan pengelompokkan ikan genus tor di Indonesia. Bioedukasi, 7(1), 60-64.

Straus, & Bond. (1990). Taxonomic Methods: Morphology. In book: Methods for Fish Biology (pp.109-140).

Sukmono, T. & Margaretha, M. (2017). Ikan Air Tawar di Ekosistem Bukit Tigapuluh. Yayasan Konservasi Hutan Sumatera & Frankfurt Zoological Society.

Ward, R.D., Zemlak, T.S., Innes, B.H., Last, P.R., & Hebert, P.D.N. (2005). DNA barcoding Australia’s fish species. Phil. Trans. R. Soc. B 360, 1847-1857.

Weber, M., & De, Beaufort. (1962). The Fishes of the Indo-Australian Archipelago (402 pp.).

Wijayanti, T., Suryaningsih, S., & Sukmaningrum, S. (2017). Analisis karakter truss morphometrics pada ikan kemprit (Ilisha megaloptera Swainson, 1839) familia Pristigasteridae. Script Biologica, 4(2), 109–112.

Yoviandianto, I.A., Mohammad, M., & Arief, D. (2019). Pemetaan Distribusi Kualitas Air untuk Mendukung Pengelolaan Sumberdaya Perairan dengan Sistem Informasi Geografis, Kasus di Sungai Brantas, Kecamatan Bumiaji. Journal of Fisheries and Marine Research, 3(3),372-380.

Téléchargements

Publiée

2022-12-30