SERTIFIKAT MUTU SEBAGAI SALAH SATU JENIS HAMBATAN NON TARIF PERDAGANGAN TUNA DAN UDANG: DEFINISI, JENIS DAN PERMASALAHANNYA
DOI:
https://doi.org/10.15578/marina.v2i2.4962Keywords:
hambatan non tarif, ekspor perikanan, sertifikat mutuAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor tuna dan udang tertinggi dengan negara tujuan USA, UE dan Jepang. Setiap tahunnya volume ekspor tuna dan udang mengalami peningkatan dengan pasar yang semakin luas. Pada dunia perdagangan internasional dikenal dua jenis hambatan ekspor yaitu hambatan tarif dan non tarif. Di kala berita mengenai hilangnya hambatan tarif sebenarnya di satu sisi meningkatkan jumlah hambatan non tarif yang diberlakukan negara pengimpor. Salah satu jenis hambatan non tarif yang sedang menjadi topik hangat adalah mengenai sertifikat mutu ikan yang terdiri atas berbagai jenis. Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan jenis-jenis sertifikat mutu yang secara sukarela bisa dilengkapi untuk memperluas peluang pasar bagi ekspor tuna dan udang. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat berbagai jenis sertifikat mutu yang harus dilengkapi eksportir diantaranya SKP, HACCP, BRC, BAP, MSC, ASC dan ISO 22000. Setiap sertifikat mengeluarkan biaya yang mahal dengan jangka waktu berlakunya sertifikat tidak lama antara 1-2 tahun saja. Permasalahan terkait pengurusan sertifikasi mutu jika tidak dibantu oleh Pemerintah Pusat ke depannya akan menjadi hambatan non tarif yang mengancam keberlanjutan usaha pengolahan tuna dan udang yang ada di Indonesia. Oleh karena itu butuh peran serta dan sinergi yang baik antara Pemerintah pusat dan eksportir untuk mengakomodir permasalahan ini.
Title: Identification Of Quality Certificate As One Type Of Tuna Tradebarriers To Non Rates And Shrimp
Indonesia is one of the highest exporter of tuna and shrimp products with destination markets such as USA, EU and Japan. Each year, the tuna and shrimp export volume increased by an expand broad market. There are two types of export barriers in international trade, tariff and non tariff barriers. Elimination of tariff barriers did not necessarily make reduced international trade barriers, non-tariff barriers actually increased. One of non-tariff barriers is the quality certificates of fish consisting of various types. The purpose of this study to describe the types of voluntary quality certificate can be equipped to expand market opportunities for the export of tuna and shrimp. The result showed that there are different types of quality certificate exporters must have, such as : SKP, HACCP, BRC, BAP, MSC, ASC and ISO 22000. Each certificate is highly cost and  only have a validity period of 1-2 years. Problems related to the maintenance of quality certification if it is not helped by the central government in the future, will become non-tariff barriers that threaten the sustainability of tuna and shrimp processing business in Indonesia. Therefore, need the participation and synergy between the central government and exporter to form a certification body to accommodate a wide range of export certification services.
References
Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM). 2016. Rencana Strategis 2015-2019. Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. KKP. Jakarta
Bristish Retail Consortium (BRC). 2001. Definitions about British Retail Consortium. www.brc.org.uk.
Dietz, M. 2006. The New Management Systems for Food Safety. www.Procert.com.
Diphayana, W. 2014. Hambatan Non Tarif Dalam Perdagangan. http://wahonodiphayana. blogspot.co.id/ 2014/ 12/ hambatan-non-tarif-dalam-perdagangan. html. Tanggal diunduh: 1 November 2016
Hady, H. 2004. Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional Buku Kesatu. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hasan, I. 2004. Analisis Penelitian Kualitatif. Jakarta : Erlangga.
Helwani, R. H. 2002. Ekonomi Internasional & Globalisasi Ekonomi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hoekman, B. and A. Mattoo. Service Trade and Growth. International Journal of Services Technology and Management volume 17 Issues 2-4 pp 232.250.
Kindleberger, C. P. and P. H. Lindert. 1978. International Economics. Six Edition, Richard D. Irwin, Inc, Homewood, Illinois.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 2015. Analisis Data Pokok Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Data Statistik dan Informasi KKP. Jakarta.
Koo, W. W., P. L. Kennedy. 2005. International Trade and Agriculture. United Kingdom: Blackwell Publishing.
Muhajir, M. 2007. Non tarif Barreiers dalam Perdagangan Internasional. http://kataloghukum.blogspot.co.id/2007/12/non-tarif-barriers-dalam -perdagangan. html. Tanggal diunduh: 15 November 2016
Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Newslow, D. L. 2001. The ISO 9000 Quality System: Applications in Food and Technology.
Nugroho, A. 2007. Peran dan Kedudukan Indonesia dalam Peta DiplomasiPemasaran Produk Ekspor Hasil Perikanan Indonesia di Pasar Global.Jakarta: Departemen Perikanan dan Kelautan.
Puashanty, D. S. 2003. Analisis Manajemen Strategis Penerapan Sistem HACCP Pada PT. Segarindo Mina Manunggal, Jakarta Utara. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Institut Pertanian Bogor.
Stephenson, S. M. 1994. ASEAN and The Multilateral Trading System. Law and Policy of International Business.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.28/MEN/2009, tentang Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan.
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.19/MEN/2010, tentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.01/MEN/2007, tentang Persyaratan Jaminan Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi.
Peraturan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Nomor 09/DJ-P2HP/2010, tentang Persyaratan, Tata Penerbitan Bentuk dan Format SKP.
Peraturan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Nomo PER.03/BKIPM/2011, tentang Tata cara dan persyaratan penerbitan HACCP.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
(1)Â Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the publisher.
(2) Publisher of Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan is Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
(3)  The copyright follows Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0) : This license allows to Share — copy and redistribute the material in any medium or format, Adapt — remix, transform, and build upon the materi