Peranan Sistem Sasi dalam Menunjang Pengelolaan Berkelanjutan pada Kawasan Konservasi Perairan Daerah Raja Ampat
DOI :
https://doi.org/10.15578/marina.v1i2.2073Mots-clés :
konservasi perairan, keberlanjutan sumber daya laut, pengelolaan berbasis masyarakat, kearifan lokalRésumé
Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Raja Ampat Papua Barat Indonesia pengelolaan sumber daya lautnya terdapat kearifan lokal pada masyarakat berupa Sasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengelolaan sumber daya, serta unsur-unsur pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat pada Kawasan Konservasi Perairan daerah Distrik Misool Barat, Raja Ampat. Tulisan ini merupakan ringkasan hasil penelitian dengan menggunakan metode kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder, dan keberlanjutan dari pengelolaan sumber daya menggunakan analisis multi-dimensional scaling (MDS). Kategori tingkat keberlanjutan sumber daya laut yang ada di Distrik Misool Barat, termasuk dalam kategori Good walaupun Kabupaten Raja Ampat secara umum merupakan kabupaten baru, namun dengan adanya Sasi yang masyarakat lakukan membuat kondisi sumber daya alam terjaga dengan baik. Dari enam kawasan konservasi di Raja Ampat salah satunya Misool yang belum lama menjadi kawasan konservasi perairan daerah, hasil penelitian yang dilakukan penulis, menunjukkan bahwa perlu adanya skala prioritas yang dilakukan oleh pemangku kebijakan, pada dua dimensi yaitu ekonomi dan teknologi. Pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang dilakukan seperti di desa-desa Distrik Misool Barat berupa Sasi secara turun-temurun sampai sekarang, dalam penerapannya sudah baik, karena masyarakat yang memiliki peran penting, dari pemanfaatan, pengelolaan, pengawasan, aturan yang dibuat, sanksi, monitoring dan evaluasi, dibantu dengan ketua adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat selain itu dibantu oleh pihak LSM TNC. Penulis dalam penelitiannya pun menemukan hal baru yaitu mengenai Sasi “Ibu-ibu†hal ini mungkin baru pertama kali ditemukan dan didengar karena biasanya Sasi yang pernah ada dan dikelola seperti Sasi gereja, Sasi yang dikelola oleh kampung, Sasi adat. kampung, ketua adat dan tokoh agama) atau dapat langsung mengusir pelaku yang melakukan pelanggaran di wilayah Sasi dan kawasan konservasi. Sasi menjadi sangat efektif membantu dalam penerapan kawasan konservasi perairan daerah untuk keberlanjutan sumber daya alam yang ada.Téléchargements
Publiée
2015-12-30
Numéro
Rubrique
Articles
Licence
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
(1)Â Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the publisher.
(2) Publisher of Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan is Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic
(3)  The copyright follows Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0) : This license allows to Share — copy and redistribute the material in any medium or format, Adapt — remix, transform, and build upon the materi