Kearifan Lokal Masyarakat Lamalera: Sebuah Ekspresi Hubungan Manusia Dengan Laut

Auteurs

  • Nendah Kurniasari Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
  • Elly Reswati Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

DOI :

https://doi.org/10.15578/marina.v6i2.5810

Mots-clés :

kearifan lokal, Lamalera, paus, masyarakat pesisir

Résumé

Makalah ini bertujuan melihat kearifan lokal yang dibentuk oleh sebuah masyarakat nelayan dilihat dari perspektif psikologi lingkungan. Makalah ini merupakan studi literatur, dimana informasi diperoleh dengan cara mengkaji literatur yang terkait dengan teori-teori adaptasi lingkungan, kearifan lokal serta kehidupan masyarakat Lamalera. Kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Lamalera mengenai norma berburu paus telah berusia ratusan tahun. Kearifan itu merupakan perbauran yang kental antara tradisi dan ajaran Katolik. Kearifan yang muncul tidak hanya menjaga kelestarian dan kesimbangan ekosistem laut namun juga menjaga keseimbangan dalam berhubungan dengan sesama warga masyarakat. Keseimbangan alam tersebut terancam ketika Pemerintah Daerah mengeluarkan ijin untuk penambangan emas. Kearifan lokal yang muncul sabagai reaksi dari adanya stimulus ini adalah penolakan terhadap penambangan emas di Lamalera dengan alasan akan merusak keseimbangan ekosistem yang mengakibatkan terputusnya ikatan mereka dengan para leluhur yang selama ini telah menjaganya.

Références

Brotoseno, I. 2010. Lamalera. http://dunialaut.com/?p=574. Diakses pada tanggal 11 Juli 2011.

COREMAP II. 2005. Kajian Kearifan Lokal masyarakat di Desa Sabang Mawang, Sededap dan Pulau Tiga Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, Propinsi Kepulauan Riau. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Hans. 2008. Penangkapan Paus di Lamalera Perhatikan Aspek Konservasi. http://www.nttonlinenews.com/ Diakses pada tanggal 6 Februari 2009.

Haryadi, R. 2007. Cakram Matahari Memburu Kotekelema. Gatra Nomor 28. Jakarta.

Holahan C.J. 1982. Environmental Psychology. New York: Random House.

JATAM. 2008. Membangun Lembata Tanpa Tambang Emas. http://www.jatam.org/content/view/393/1/. Diakses pada tanggal 6 Februari 2009.

______________. 2008. Membaca Penolakan Warga Atas Rencana Penambangan Emas di Kabupaten Lembata NTT Sebagai Wujud Akal Sehat Rakyat dalam Membela Kehidupan dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Lembata Oleh: Justice, Peace, and Integrity of CreationOrdo Fratrum Minorum (JPIC-OFM) Indonesia. http://www.scribd.com/doc/52753119/Alasan-Merusak-Lingkungan. Diakses Pada tanggal 11 Juli 2011.

Koentjaraningrat. 1964. Masyarakat Desa Masa Kini. Balai Penerbitan Fakultas Ekonomi UI, Jakarta.

Prasetio, B. 2008. Perburuan Paus di Lamalera: Simbol Keseimbangan Masyarakat Tradisional dengan alam.http://www.nttonlinenews.com/ntt/index.php?view=article&id. Diakses pada tanggal 11 Juli 2011.

Sarwono, S.W. 1992. Psikologi Lingkungan. P.T. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Téléchargements

Publiée

2011-12-30

Numéro

Rubrique

Articles