PENETAPAN CCP PADA PENGOLAHAN IKAN LAYUR (Tryciurus lepturus) BEKU DAN PEMENUHAN PERSYARATAN DOKUMEN EKSPOR KE CHINA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PT. LP BELAWAN-SUMATERA UTARA

Auteurs

  • Luklu Shabrina Politeknik Ahli Usaha Perikanan
  • Yuliati H Sipahutar Politeknik Ahli Usaha Perikanan
  • Widodo Sumiyanto Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
  • Hendarni Mulyani Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan

DOI :

https://doi.org/10.15578/psnp.12099

Mots-clés :

HACCP, layur beku, persyaratan ekspor ke China

Résumé

Peraturan sistem jaminan keamanan pangan diantaranya adalah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).  Kunci utama HACCP adalah antisipasi bahaya dan identifikasi titik pengawasan Critical Contol Point (CCP). Penelitian dilakukan untuk  menganalisis penerapan HACCP dalam menetapkan CCP dengan pengamatan alur proses penanganan ikan layur beku dan pemenuhan persyaratn dokumen ekspor ke China. Metode penelitian dilakukan dengan penetapan CCP menggunakan decission tree (pohon keputusan), observasi, wawancara persyaratan dokumen ekspor mulai dari perusahaan, BKIPM dan Cargo pelabuhan. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil penelitian menetapkan jumlah CCP adalah 1 pada tahapan penerimaan bahan baku dengan bahaya potensial logam berat. Monitoring logam berat dilakukan dengan penanganan yang baik, dengan melakukan verifikasi uji logam berat sekali 4 bulan dan melakukan kegiatan inspeksi CPIB untuk menilai penerapan CPIB (GMP dan SSOP) pada supplier. Pemenuhan persyaratan dokumen ekspor ke China dengan regulasi baru,  sudah  mengikuti  peraturan yang ditetapkan yaitu sertifikat penerapan HACCP, nomor registrasi, UPI menerapkan protokol kesehatan, laporan hasil uji (LHU) jejak Covid-19, serta dokumen lainya seperti SKIPP (Sertifikat Kesehatan),  Packing list, Invoice, Surat Keterangan Hasil Surveilen (SKHS), dan Surat Angkut Jenis Ikan  (SAJI).

Téléchargements

Publiée

2022-12-27