KEANEKARAGAMAN KAPANG KONTAMINAN PADA IKAN ASAP TERLAPISI KITOSAN KULIT UDANG
DOI:
https://doi.org/10.15578/aj.v2i2.9896Kata Kunci:
keanekaragaman, kapang, kontaminan, ikan asap, kitosanAbstrak
Kapang dapat tumbuh pada bahan pangan, sehingga bahan tersebut menjadi rusak. Berbagai kapang telah dilaporkan terdapat pada ikan sebagai kontaminan, bahkan pada ikan asap yang dilapisi pengawet alami (kitosan). Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat keberagaman kapang kontaminan pada ikan asap yang dilapisi kitosan setelah masa penyimpanan tertentu. Ikan asap dilapisi dengan kitosan 0,5; 1; 1,5; dan 2%. Ikan asap disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengamatan setiap hari hingga ikan tampak ada pertumbuhan kapang. Kapang yang tumbuh diisolasi dan dikarakterisasi morfologinya secara makroskopis dan mikroskopis. Selain itu, juga dilakukan perhitungan jumlah jenis dan koloni kapang yang tumbuh pada ikan asap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan asap dengan pelapisan kitosan 0,5% terdapat 4 isolat dengan jumlah koloni 17, pelapisan kitosan 1% terdapat 5 isolat dengan jumlah 23, pelapisan kitosan 1,5% ditemukan 4 isolat dengan jumlah koloni 8, dan pelapisan kitosan 2% terdapat 2 isolat dengan jumlah koloni 2.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The authors who publish this journal agree to the following terms:
a. The author retains the copyright and grants the journal the rights of the first publication with the work simultaneously licensed under  the Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License, which allows others to share the work with acknowledgment of the author's work and the original publication in this journal.
b. Authors may enter separate additional contractual arrangements for non-exclusive distribution of the published version of the journal (e.g., submit to an institutional repository or publish in a book), with acknowledgment of initial publication in this journal
c. Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g. in an institutional repository or on their website) before and during the submission process, as this may lead to productive exchanges, as well as citations of previously published and older works.