STRUKTUR KOMUNITAS PADANG LAMUN DI SIANTAN TENGAH KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL KEPULAUAN ANAMBAS DAN LAUT SEKITARNYA

Penulis

  • Muhammad Al Rizky Ratno Budiarto Universitas Padjadjaran
  • Johan Iskandar Universitas Padjadjaran
  • Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.15578/jkpt.v3i2.9397

Kata Kunci:

Enhalus acoroides, Persentase Tutupan, Kerapatan, Indeks Nilai Penting

Abstrak

Padang lamun memiliki peran penting pada kehidupan di perairan laut dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas lamun di Siantan Tengah, Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Anambas. Penelitian ini diharapkan dapat membantu monitoring yang berulang dan menyediakan informasi tentang lamun di Siantan Tengah Kepulauan Anambas. Penelitian dilaksanakan di empat stasiun: Air Asuk, Air Nanga, Tanjung dan Muntai. Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies lamun, yaitu  Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Cymodocea rotundata. Persentase tutupan lamun tertinggi ditemukan di stasiun Air Asuk dengan nilai 27,89% yang merupakan berada pada kategori sedang.  Kepadatan tertinggi juga ditemukan pada stasiun Air Asuk dengan nilai 66 ind/m2 yang juga merupakan berada pada kategori sedang.  Indeks Nilai Penting ditemukan pada spesies Enhalus acoroides dengan rata-rata 250,56%.

Referensi

English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1997). Survey Manual for Tropical Marine Resources (2nd ed.). Townsville: Australian Institute of Marine Science.

Hartati, R., Djunaedi, A., Hariyadi, & Mujiyanto. (2012). Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Pulau Kumbang, Kepulauan Karimunjawa. Jurnal Ilmu Kelautan, 17(4), 217–225.

Hemminga, M. A., & Duarte, C. M. (2000). Seagrass Ecology. Cambridge-United Kingdom: Cambridge University Press.

Indriyanto. (2006). Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Kawaroe, M., Nugraha, A. H., & Juraij. (2016). Ekosistem Padang Lamun. (B. Nugraha, Ed.). Bogor: IPB Press.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 200 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun (2004). Jakarta. Indonesia.

Kiswara, W. (1992). Vegetasi Lamun (Seagrass) di rataan terumbu Pulau Pari, Pulau-Pulau Seribu. Jurnal Nasional Osean Di Indonesia, 25, 31–49.

Kiswara, W., & Hutomo, M. (1985). Habitat dan Sebaran Geografik Lamun. Jurnal Oseana, X(1), 21–30.

Mckenzie, L. J. (2008). Seagrass Educators Handbook. Retrieved from http://www.seagrasswatch.org/Info_centre/education/Seagrass_Educators_Handbook.pdf

Odum, E. P. (1996). Dasar-Dasar Ekologi. (T. Samingan, Ed.) (Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rahmawati, S., Supriyadi, I. H., Azkab, M. H., & Kiswara, W. (2014). Panduan Monitoring Padang Lamun. Jakarta: COREMAP CTI LIPI.

Reynold, P. L. (2018). Seagrass and Seagrass Beds. Retrieved from https://ocean.si.edu/ocean-life/plants-algae/seagrass-and-seagrass-beds

Riniatsih, I. (2016). Distribusi Jenis Lamun Dihubungkan dengan Sebaran Nutrien Perairan di Padang Lamun Teluk Awur Jepara. Jurnal Kelautan Tropis, 19(2)(November), 101–107.

Sjafrie, N. D. M., Hernawan, U. E., Prayudha, B., Supriyadi, I. H., Iswari, M. Y., Rahmat, … Suyarso. (2018). Status Padang Lamun Indonesia 2018 Ver.02. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI.

Supriadi, Kaswadji, R. F., Bengen, D. G., & Hutomo, M. (2012). Produktivitas Komunitas Lamun di Pulau Barranglompo Makassar. Akuatika, III no.2, 159–168.

Tomascik, T., Mah, A. J., Nontji, A., & Moosa, M. K. (1997). The Ecology of The Indonesian Seas (The Ecolog). Singapore: Periplus Editions (HK) Ltd.

Diterbitkan

2020-12-31